Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wiku: Peningkatan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Pekan Ini Tertinggi Secara Nasional

Selasa 10 May 2022 11:50 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Juru Bicara Pemerintah untuk  Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Pemerintah terus mengevaluasi perkembangan kasus Covid khususnya di daerah mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pemerintah terus melakukan evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air, khususnya di daerah-daerah tujuan mudik terbesar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DIY, Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Wiku, pada delapan provinsi tujuan mudik tersebut, baik kasus positif, sembuh, meninggal, aktif, serta BOR mengalami perkembangan yang bervariasi. Pada kasus positif mingguan di seluruh provinsi pun terpantau mengalami penurunan.

Baca Juga

“Penambahan kasus positif pada tujuh hari terakhir tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat sebanyak enam kasus,” jelas Wiku saat konferensi pers, Selasa (10/5/2022).

Persentase kesembuhan harian di seluruh provinsi pun mengalami kenaikan. Per 9 Mei 2022, persentase kesembuhan di seluruh provinsi mencapai lebih dari 90 persen. Persentase kesembuhan tertinggi yaitu DKI Jakarta sebanyak 98,7 persen, Jawa Barat 98,4 persen, dan Sumatera Utara 97,8 persen.

Sedangkan pada kasus kematian mingguan di seluruh provinsi selama tiga bulan terakhir mengalami penurunan. Namun, Wiku menyebut Jawa Tengah masih mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir meskipun tidak signifikan.

“Penambahan kasus kematian pada 7 hari terakhir tertinggi juga di Jawa Tengah yaitu 63 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu nol kasus,” kata dia.

Sementara pada kasus aktif mingguan di seluruh provinsi terpantau mengalami penurunan. Per 8 Mei 2022, penambahan kasus aktif tertinggi terjadi di Jawa Barat yaitu 1.598 dan penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu 92 kasus.

Selain itu, persentase BOR atau keterisian tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 masih sangat rendah yaitu sekitar 0,35-2,71 persen. Dari kedelapan provinsi tersebut, persen BOR paling rendah yakni di Lampung yaitu 0,99 persen dan paling tinggi di DIY yakni 2,71 persen.

 

 

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemerintah akan terus menjaga momentum tren penurunan kasus saat ini. Menurut dia, peran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

“Segala langkah strategis yang sudah diambil dan sudah diberlakukan tentunya akan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian. Jangan sampai perbaikan sudah kita capai membuat kita terlena dan akhirnya akan menjadi sia-sia. Pemerintah akan terus menjaga momentum baik ini,” ucap Luhut usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, dikutip pada Selasa.

Luhut mengatakan, perkembangan pandemi di wilayah Jawa-Bali terus menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan di seluruh aspek, seperti kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, hingga angka kematian.

“Seluruh provinsi di Jawa dan Bali hingga hari ini mengalami penurunan kasus mencapai 99 persen dibandingkan puncak kasus Omicron beberapa waktu yang lalu,” ucapnya.

Seiring semakin terkendalinya kasus Covid-19, Luhut mengatakan pemerintah akan terus melakukan relaksasi PPKM secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Relaksasi aturan PPKM ini akan terus dipermudah dan dilonggarkan, namun tetap terus mengikuti standar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Lebih lanjut, pemerintah juga akan terus memantau pergerakan kasus dalam dua minggu ke depan melalui penguatan testing dan tracing untuk mengurangi risiko penyebaran virus usai libur Lebaran.

 

“Kami juga mengimbau untuk mengoptimalkan work from home selama beberapa waktu ke depan untuk mengurangi risiko penyebaran virus ini,” tambah dia.

 

photo
Ilustrasi mudik - (republika/mgrol100)
 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile