Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Soal Status Endemi, Menkes: Kita Tidak Bisa Mutusin Sendiri

Rabu 11 May 2022 12:03 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah penumpang berjalan setibanya di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (11/5/2022). Kedatangan pemudik dari daerah dengan tujuan Daop 1 Jakarta saat ini terpantau masih cukup tinggi, Hal ini seiring dengan akan berakhirnya liburan sekolah di wilayah Jabodetabek.Tercatat pada hari ini jumlah penumpang yang turun di Stasiun Pasar Senen sebayak 16.100 penumpang.Prayogi/Republika.

Sejumlah penumpang berjalan setibanya di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (11/5/2022). Kedatangan pemudik dari daerah dengan tujuan Daop 1 Jakarta saat ini terpantau masih cukup tinggi, Hal ini seiring dengan akan berakhirnya liburan sekolah di wilayah Jabodetabek.Tercatat pada hari ini jumlah penumpang yang turun di Stasiun Pasar Senen sebayak 16.100 penumpang.Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Keputusan status endemi juga tidak hanya terkait dengan faktor kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan keputusan mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi tidak bisa serta merta ditentukan sendiri oleh Indonesia. Menurutnya, penentuan pandemi menjadi endemi juga berkaitan dengan global.

 

"Karena ini levelnya dunia, kita nggak bisa mutusin sendiri. Yang jelas kita harus melihat negara-negara lain seperti apa. Karena penularannya antara negara tinggi sekali jadi itu nomor satu," ujar Menkes saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga

Kedua, lanjut Menkes, keputusan status endemi juga tidak hanya terkait dengan faktor kesehatan. Menurutnya, ini juga menyangkut faktor lainnya yakni sosial, budaya, politik hingga ekonomi.

Karena itu, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait status tersebut. "Belum ada," kata Budi Gunadi.

Namun demikian, ia menilai tetap perlu persiapan transisi dari pandemi menuju endemi.

"Supaya kalau transisi ini terjadi kita siap, karena yang penting pandemi ke endemi, tanggung jawab pemeliharaan kesehatannya itu sudah dimiliki oleh masyarakat sendiri," ujarnya.

Budi Gunadi menjelaskan, sebab, jika status telah berubah menjadi endemi, maka Covid-19 akan seperti penyakit lainnya yakni DBD. Menurutnya, pemerintah tidak perlu mengatur secara terperinci tetapi masyarakat telah memahami langkah antisipasi.

"Sudah tau kalau ini sudah kena kita mesti gini, kalau kita dirawat harus gini, nah itu yang penting, edukasi pemahaman, nanti tanggung jawab pemeliharaan kesehatan dimiliki dan dipahami oleh masyarakat itu adalah ciri-ciri yang paling baik untuk kesiapan transisi," ujarnya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile