Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kadin Berharap Suku Bunga Pinjaman Turun

Rabu 11 May 2022 14:23 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Teller menghitung uang di bank, Jakarta, Kamis (21/4/2022) (ilustrasi). Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap, suku bunga pinjaman bisa turun. Dengan begitu, dapat memacu ekspansi kinerja usaha dan investasi.

Teller menghitung uang di bank, Jakarta, Kamis (21/4/2022) (ilustrasi). Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap, suku bunga pinjaman bisa turun. Dengan begitu, dapat memacu ekspansi kinerja usaha dan investasi.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Bila suku bunga naik, pemulihan kinerja usaha dan ekonomi nasional bisa melambat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap, suku bunga pinjaman bisa turun. Dengan begitu, dapat memacu ekspansi kinerja usaha dan investasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum III Kadin Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta Widjaja Kamdani. Ia menanggapi soal Bank Indonesia (BI) yang diprediksi akan menaikkan suku bunga, karena The Fed telah menaikkan suku bunganya.

Baca Juga

"Kalau tidak bisa turun, yang kami inginkan berikutnya adalah agar suku bunga dipertahankan pada level saat ini selama mungkin dan tidak naik," ujar dia kepada Republika, Rabu (11/5/2022).

Hal itu karena, lanjutnya, pada level suku bunga sekarang saja, suku bunga pinjaman riil di Indonesia masih tergolong mahal dan kurang bersaing dibandingkan suku bunga pinjaman riil di berbagai negara tetangga. Selain itu, sambung Shinta, banyak pelaku usaha yang masih mengharapkan adanya relaksasi pembayaran pinjaman. Penyebabnya karena, masih tingginya ketidakpastian kondisi pasar. 

"Karena itu, kami bisa pastikan kalau suku bunga naik, pemulihan kinerja usaha dan ekonomi nasional bisa melambat. Maka, kami harap pemerintah bisa mempertahankan suku bunga saat ini selama mungkin untuk menstimulasi pertumbuhan kinerja usaha dan investasi," tuturnya.

Dunia usaha, kata dia, berharap pula pemerintah mempertahankan skema-skema pinjaman usaha yang affordable bagi pelaku usaha. Khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan beragam sektor usaha yang kinerjanya belum pulih sepenuhnya dari pandemi. 

Menurutnya, itu penting agar beban kenaikan suku bunga tidak meluas dan membebani pertumbuhan kinerja ekonomi nasional secara absolut. Hanya saja bisa dibatasi pada sektor-sektor usaha yang memang cukup mampu menanggung beban pinjaman lebih tinggi.

"Dengan demikian, tingkat pertumbuhan masih bisa dijaga di level lebih stabil," kata Shinta.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile