Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

G7 Kecam Taliban karena Meluasnya Pembatasan Perempuan di Afghanistan

Jumat 13 May 2022 10:05 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Dari kiri, Victoria Nuland, Wakil Menteri Luar Negeri dan Direktur Politik di Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Truss, Menteri Luar Negeri Inggris, Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis, Melanie Joly, Menteri Luar Negeri Kanada, Hayashi Yoshimasa, Menteri Luar Negeri Jepang, Annalena Baerbock, Luigi Di Maio, Menteri Luar Negeri Italia, dan Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, berjalan di pertemuan para menteri luar negeri kelompok G7 ekonomi demokrasi terkemuka kekuatan, di Weissenhäuser Strand, Kamis, 12 Mei 2022. Pertemuan di bawah kepresidenan Jerman akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri. Selain AS dan Jerman, G7 juga mencakup Inggris Raya, Prancis, Italia, Kanada, dan Jepang.

Dari kiri, Victoria Nuland, Wakil Menteri Luar Negeri dan Direktur Politik di Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Truss, Menteri Luar Negeri Inggris, Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis, Melanie Joly, Menteri Luar Negeri Kanada, Hayashi Yoshimasa, Menteri Luar Negeri Jepang, Annalena Baerbock, Luigi Di Maio, Menteri Luar Negeri Italia, dan Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, berjalan di pertemuan para menteri luar negeri kelompok G7 ekonomi demokrasi terkemuka kekuatan, di Weissenhäuser Strand, Kamis, 12 Mei 2022. Pertemuan di bawah kepresidenan Jerman akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri. Selain AS dan Jerman, G7 juga mencakup Inggris Raya, Prancis, Italia, Kanada, dan Jepang.

Foto: Marcus Brandt/pool photo via AP
Langkah Taliban mengebiri hak perempuan mengisolasi negara.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Luar Negeri (Menlu) negara-negara G7 mengecam peningkatan pembatasan oleh Taliban terhadap hak-hak perempuan di Afghanistan. Menurut para Menlu, langkah Taliban mengebiri hak perempuan mengisolasi negara.

"Dengan langkah-langkah ini, Taliban semakin mengisolasi diri mereka dari komunitas internasional," kata menteri luar negeri G7 dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa dalam pernyataan bersama pada Kamis (12/5/2022) waktu setempat.

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan bersama yang diterbitkan oleh Prancis, mereka meminta Taliban untuk mengambil tindakan segera untuk mencabut pembatasan pada perempuan dan anak perempuan dan menghormati hak asasi mereka.

Taliban pada Sabtu pekan lalu memerintahkan perempuan untuk menutupi wajah mereka di depan umum. Ini adalah langkah lain menuju kekuasaan garis keras masa lalu mereka.

Sebelumnya Taliban juga mencegah anak perempuan dan permpuan ke sekolah menengah dan bekerja di pemerintahan. Perempuan di seluruh negeri juga dilarang bepergian sendiri.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile