Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kinerja Otoritas Kesehatan Mengecewakan, Korut Kerahkan Militer Perangi Covid-19

Ahad 15 May 2022 23:56 WIB

Rep: rizky jaramaya/ Red: Hiru Muhammad

Dalam gambar yang dibuat dari video yang disiarkan oleh KRT Korea Utara ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di televisi pemerintah selama pertemuan untuk mengakui kasus pertama COVID-19 negara itu Kamis, 12 Mei 2022, di Pyongyang, Korea Utara. Korea Utara memberlakukan penguncian nasional pada hari Kamis untuk mengendalikan wabah COVID-19 pertama yang diakui setelah bertahan selama lebih dari dua tahun pada klaim yang diragukan secara luas tentang rekor sempurna yang mencegah virus yang telah menyebar ke hampir setiap tempat di dunia.

Dalam gambar yang dibuat dari video yang disiarkan oleh KRT Korea Utara ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di televisi pemerintah selama pertemuan untuk mengakui kasus pertama COVID-19 negara itu Kamis, 12 Mei 2022, di Pyongyang, Korea Utara. Korea Utara memberlakukan penguncian nasional pada hari Kamis untuk mengendalikan wabah COVID-19 pertama yang diakui setelah bertahan selama lebih dari dua tahun pada klaim yang diragukan secara luas tentang rekor sempurna yang mencegah virus yang telah menyebar ke hampir setiap tempat di dunia.

Foto: KRT via AP
Kinerja kabinet dan otoritas kesehatan dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengerahkan militer untuk membantu memerangi wabah Covid-19. Kim meminta militer mendistribusikan pasokan obat-obatan di Pyongyang.

Dalam pertemuan darurat politbiro pada Ahad (15/5/2022), Kim mengkritik kinerja kabinet dan otoritas kesehatan. Kim menilai mereka tidak bertanggung jawab dan tidak mampu melaksanakan tugas secara terorganisir.

Baca Juga

Pemerintah Korea Utara telah memerintahkan pendistribusian cadangan obat-obatan nasional. Tetapi Kim mengatakan, obat-obatan yang dibeli oleh negara tidak dapat menjangkau orang-orang secara tepat waktu dan akurat melalui apotek. Kim memerintahkan agar pasukan dari korps medis tentara dikerahkan untuk menstabilkan pasokan obat-obatan di Kota Pyongyang.

Kantor berita negara, KCNA melaporkan, Kim mengunjungi apotek yang terletak di dekat Sungai Taedong di Pyongyang untuk melakukan sidak terkait pasokan dan penjualan obat-obatan. Kim mengatakan, apotek tidak dilengkapi fasilitas dengan baik untuk menjalankan fungsinya. Menurut Kim, apotek tidak mempunyai tempat penyimpanan obat yang memadai selain etalase, dan tenaga penjual tidak dilengkapi dengan pakaian sanitasi yang layak.  

Pemerintah Korea Utara telah mengatakan, sebagian besar kasus kematian sejauh ini disebabkan oleh kecerobohan orang-orang dalam meminum obat. Mereka kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang infeksi virus korona, terutama varian omicron dan metode pengobatan yang benar.

Korea Utara melaporkan 392.920 orang memiliki gejala demam. Sejauh ini Korea Utara mencatat 21 kematian. Namun KCNA tidak melaporkan berapa banyak kasus yang dikonfirmasi positif Covid-19.

Pekan lalu, untuk pertama kalinya Korea Utara mengakui bahwa mereka sedang memerangi wabah Covid-19. Para ahli khawatir bahwa wabah itu dapat menghancurkan Korea Utara karena persediaan medis terbatas dan tidak ada program vaksin.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile