Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Harga Gas Melonjak, Iran Pertimbangkan Ekspor Gas ke Eropa

Senin 16 May 2022 00:03 WIB

Rep: rizky jaramaya/ Red: Hiru Muhammad

Operator bekerja di kilang regasifikasi Enagas, kilang LNG terbesar di Eropa, di Barcelona, Spanyol, Selasa, 29 Maret 2022. Pada Kamis (31/3/2022), Moskow memutuskan bahwa pembeli asing gas Rusia harus membuka rekening rubel di Gazprombank yang dikelola negara mulai Jumat atau berisiko terputus.

Operator bekerja di kilang regasifikasi Enagas, kilang LNG terbesar di Eropa, di Barcelona, Spanyol, Selasa, 29 Maret 2022. Pada Kamis (31/3/2022), Moskow memutuskan bahwa pembeli asing gas Rusia harus membuka rekening rubel di Gazprombank yang dikelola negara mulai Jumat atau berisiko terputus.

Foto: AP Photo/Emilio Morenatti
Sebagian besar negara Eropa bergantung pada impor energi dari Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran sedang mempertimbangkan kemungkinan mengekspor gas ke Eropa. Pertimbangan ini muncul karena melonjaknya harga energi, akibat perang Rusia-Ukraina.

"Iran sedang mempelajari subjek ini tetapi kami belum mencapai kesimpulan. Iran selalu mengejar pengembangan diplomasi energi dan perluasan pasar,” kata Wakil Menteri Perminyakan Majid Chegeni seperti dikutip oleh kantor berita resmi kementerian, Shana, Senin (16/5/2022).

Baca Juga

Iran memiliki salah satu cadangan gas terbesar di dunia. Namun industri Iran telah terkena sanksi Amerika Serikat (AS). Sanksi itu diterapkan pada 2018 ketika Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir penting antara Teheran dan kekuatan dunia, atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). 

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari membuat harga minyak dan gas global melonjak. Sebagian besar negara Eropa bergantung pada impor energi dari Rusia.

Situasi memburuk ketika Kiev mengatakan, Rusia telah menghentikan pasokan gas melalui pusat transit utama di timur Ukraina. Hal ini memicu kekhawatiran invasi Moskow dapat memperburuk krisis energi di Eropa.

Tahun lalu, Uni Eropa menerima sekitar 155 miliar meter kubik gas Rusia, atau menyumbang 45 persen dari impornya. Chegeni mengkonfirmasi bahwa, Teheran dan Baghdad telah menandatangani nota kesepahaman beberapa minggu lalu untuk meningkatkan ekspor gas ke Irak.

“Ekspor gas dari Iran meningkat dan dalam nota ini disebutkan bahwa utang Irak sebesar 1,6 miliar dolar AS ke Iran akan dibayar pada akhir Mei,” tambah Chegeni.

Meskipun cadangan gas Iran  cukup besar, investasinya cukup buruk karena perang selama beberapa dekade. Sanksi telah membuat Irak bergantung pada impor dari negara tetangga untuk memenuhi sepertiga dari kebutuhan gas di dalam negeri.

Sanksi AS terhadap minyak dan gas Iran, telah memperumit pembayaran impor gas Irak dari Teheran. Baghdad menggunakan metode pembayaran yang rumit untuk mematuhi pengecualian sanksi AS terhadap Iran. Irak tidak dibolehkan untuk menyerahkan uang tunai ke Iran. Pembayaran menggunakan dana untuk impor makanan dan obat-obatan. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile