REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Turun di partai ketiga dengan kondisi Tim Thomas Indonesia tertinggal 0-2, Jonatan Christie masih yakin bisa memenangkan pertandingan saat melawan Kidambi Srikanth. Namun akhirnya dalam laga menentukan yang digelar di Impact Arena, Bangkok Thailand, Ahad (15/5/2022) itu, Jonatan kalah dua gim langsung 15-21, 21-23.
"Saya sudah berjuang maksimal. Dari awal pun saya percaya diri karena di dua pertemuan sebelumnya lawan Srikanth, saya juga menang. Meski Indonesia tertinggal 0-2, saya tetap yakin bisa menang," ujar Jonatan dalam rilis Humas PBSI.
"Tetapi itulah pertandingan. Di atas kertas Indonesia bisa menang, tetapi di pertandingan kita kalah lawan India," kata dia menambahkan.
"Bicara tegang, tentu ada tegangnya juga. Dalam kondisi tertinggal 0-2 tentu berbeda dengan kondisi saya di Aarhus, Denmark saat merebut Piala Thomas tahun lalu. Saat itu sangat nyaman dan bisa keluar semua seluruh permainan saya," kata dia.
Jonatan sebenarnya merasa sudah mendapatkan sentuhan yang membaik saat di gim kedua dan sempat unggul 16-13. Namun, menurut dia, Srikanth setelah itu begitu nekat.
"Dia sepertinya tidak mau kehilangan momentum dan justru pukulan-pukulannya masuk. Apalagi kondisi angin di lapangan juga berpengaruh besar. Saya kadang jadi ragu-ragu dalam memutuskan mau memukul," kata Jojo, sapaan akrabnya.
"Kekalahan ini membuat saya seperti kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa sedih dan kecewa saya. Di partai final kita kalah dan harus puas dengan medali perak," kata Jojo.