Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

30 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ada Penyakit Mirip PMK di Tanah Datar, Bupati Minta Waspada

Senin 16 May 2022 12:56 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Indira Rezkisari

Petugas memeriksa kesehatan sapi di salah satu peternakan guna mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Petugas memeriksa kesehatan sapi di salah satu peternakan guna mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Bupati akan mengambil langkah lebih jika ada temuan PMK.

REPUBLIKA.CO.ID,  BATUSANGKAR -- Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan sudah mendapat laporan adanya temuan penyakit ternak mirip dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerahnya. Eka meminta masyarakat pemilik hewan ternak supaya lebih waspada supaya ternaknya tidak tertular penyakit tersebut.

"Saya dikabarkan ada penyakit mirip PMK di Tanah Datar. Kita harus waspada," kata Eka, Senin (16/5/2022).

Baca Juga

Eka menyebut pihaknya akan mengisolasi bila ada ternak yang tertular PMK. Selain itu untuk mencegah penularan, ada kemungkinan Pemkab Tanah Datar menutup Pasar Ternak Batusangkar.

"Bisa jadi akan ada penutupan satu minggu dua minggu. Tapi ini masih dalam kajian. Yang jelas kita harus menyelamatkan ternak dan penyakit PMK tidak berkembang di Tanah Datar," ujar Eka.

Sapi ternak yang diduga terjangkit PMK di Tanah Datar itu masih dalam kajian pihak Dinas Pertanian. Plt Kadis Pertanian Tanah Datar, Sri Mulyani, mengatakan sapi yang diduga terkena PMK itu baru dibeli dari luar.

"Terakhir kami dapatkan informasi ada ternak di Palangki, Sijunjung tertular. Kalau di Tanah Datar ini, temuannya hanya punya gejala yang mirip," kata Sri.  

Satu ekor yang diduga PMK ini lanjut Sri sudah diisolasi dan diinjeksi dengan vitamin. Distan Tanah Datar sudah meminta pemilik sapi tersebut supaya tidak memindahkan kandang agar sapi lain tidak tertular. Saat ini, hasil sampel sapi tersebut masih diperiksa di laboratorium veteriner.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile