Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

30 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Seekor Buaya Muncul di Aliran Sungai di Kota Padang Hebohkan Warga

Senin 16 May 2022 14:44 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi buaya. Buaya yang muncul di aliran sungai Kota Padang diduga berukura 1 meter lebih

Ilustrasi buaya. Buaya yang muncul di aliran sungai Kota Padang diduga berukura 1 meter lebih

Foto: antara
Buaya yang muncul di aliran sungai Kota Padang diduga berukura 1 meter lebih

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG— Warga Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Senin (16/5) dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya di aliran sungai daerah tersebut. Buaya yang menampakkan diri itu diprediksi berukuran panjang 1 meter lebih.

Dia terlihat mengapung di bawah jembatan dekat Masjid Raya Sungai Sapih. Penampakkan buaya ini menjadi tontonan warga sekitar. 

Baca Juga

Warga Kelurahan Sungai Sapih, Fajar Purnama Dedia, mengatakan dirinya ikut menyaksikan kemunculan buaya tersebut begitu mendengar ada banyak warga lain yang datang ke lokasi penampakkan.

Menurut Fajar, sebelumnya belum pernah di daerah tersebut ada kemunculan buaya. "Setahu saya baru kali ini muncul buaya di aliran sungai ini. Sebelumnya tidak pernah. Sepertinya datang dari hulu sungai," kata Fajar. 

Warga lainnya, Epi, menduga buaya tersebut berenang dari daerah Kecamatan Nanggalo. Karena beberapa hari sebelumnya di Nanggalo juga ada penampakkan hewan amphibi tersebut.

Dia berharap pihak yang berwenang segera menangani kemunculan buaya ini supaya tidak ada konflik dengan manusia.

Pemerintah baik itu dari pihak BKSDA atau kepolisian menurut dia harus mengamankan daerah kemunculan buaya ini agar tidak ada warga yang mendekati lokasi tersebut. Terlebih aliran sungai tersebut kerap dimasuki anak-anak untuk berenang. "Ini jelas membahayakan warga di sini," ujar Epi. 

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengawasi lokasi supaya tidak terjadi konflik satwa tersebut dengan manusia. "Kami sudah menurunkan tim dari siang. Proses pemantauan masih berlangsung hingga malam ini," ujar Ardi.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile