Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Budaya Politik Demokratis Dibutuhkan Agar Demokratisasi Berjalan

Senin 16 May 2022 15:17 WIB

Red: Indira Rezkisari

Peneliti BRIN Siti Zuhro mengatakan, budaya politik yang demokratis perlu dibangun.

Peneliti BRIN Siti Zuhro mengatakan, budaya politik yang demokratis perlu dibangun.

Foto: Republika/Mimi Kartika
Budaya politik yang demokratis adalah budaya politik yang partisipatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengatakan para penyelenggara negara dan partai-partai politik perlu membangun budaya politik yang demokratis. Tujuannya agar demokratisasi atau proses demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.

"Demokratisasi tidak berjalan baik apabila tidak ditunjang oleh terbangunnya budaya politik yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi atau demokratis," kata Siti Zuhro saat menjadi narasumber dalam Seminar Politik Partai Pelita bertajuk "Membangun Budaya Politik yang Beradab untuk Indonesia Maju Berdaulat" di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Senin (16/5/2022).

Baca Juga

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagaimana yang disampaikan oleh ahli politik dunia Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, budaya politik yang demokratis adalah budaya politik yang partisipatif. Yakni suatu kumpulan sistem keyakinan atau cara pandang, sikap, norma, dan persepsi untuk menopang terwujudnya partisipasi publik.

Kemudian, menurut Siti Zuhro, agenda demokrasi yang baik memang sudah sepatutnya berdimensi vertikal, yakni membuka ruang bagi akses warga untuk terlibat dalam proses politik dan pemerintahan. Di samping itu, tambah dia, agenda demokrasi pun perlu berdimensi horisontal, yaitu mengatur hubungan antar-institusi politik utama.

"Kedua dimensi ini dapat saling menguatkan dan bekerja secara simultan (untuk mewujudkan budaya politik yang demokratis)," ujar Siti Zuhro.

Ia pun menyampaikan, untuk membuat demokrasi di Indonesia lebih terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, diperlukan upaya memupuk vitalitas demokrasi. Siti Zuhro menjelaskan pemupukan vitalitas demokrasi dapat dilakukan oleh partai politik melalui pengembangan nilai, etika, dan keterampilan demokrasi di kalangan warga.

"Untuk membuat jalan bagi demokrasi lebih terbuka, diperlukan upaya memupuk vitalitas demokrasi, seperti pengembangan nilai, etika, dan keterampilan demokrasi di kalangan warga. Ini tugasnya partai politik," ucap dia.

Lalu, lanjut Siti Zuhro, pemupukan vitalitas demokrasi juga dapat dilakukan oleh pemerintah melalui peningkatan akuntabilitas serta responsivitas terhadap kepentingan publik. "(Pemerintah) juga perlu meningkatkan mekanisme pengawasan dan keseimbangan (checks and balances) serta rasionalitas politik di antara lembaga-lembaga demokrasi," ucap dia.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile