Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

2 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jerman Terbuka dengan Gagasan Bekukan Aset Bank Sentral Rusia

Selasa 17 May 2022 07:31 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Sperbank, lembaga keuangan terbesar Rusia, manjadi salah satu yang dikenai sanksi AS, sebagai tanggapan AS terhadap serangan Rusia ke Ukraina.

Sperbank, lembaga keuangan terbesar Rusia, manjadi salah satu yang dikenai sanksi AS, sebagai tanggapan AS terhadap serangan Rusia ke Ukraina.

Foto: Reuters
Ada gagasan membekukan aset pemerintah Rusia untuk membangun Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan ia terbuka dengan gagasan membekukan aset pemerintah Rusia untuk membangun Ukraina. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Handelsblatt dan tiga koran Eropa lainnya.

"Secara politis saya terbuka pada gagasan membekukan aset asing Bank Sentral Rusia," kata Lindner, Selasa (17/5).

Baca Juga

Ia menambahkan proposal mengenai dampak langkah itu sudah dibahas negara-negara kaya yang tergabung Group of Seven (G7) dan Uni Eropa. "Dalam kasus aset privat, kami harus melihat kemungkinan hukumnya," kata Lindner.

"Kami harus menghormati supremasi hukum bahkan bila kami menghadapi oligarki Rusia," tambahnya.  

Mengenai kebijakan fiskal Uni Eropa, Lindner mengindikasi ia dapat terbuka untuk mengkompromikan peraturan utang Uni Eropa di masa depan.

Walaupun ia tidak dapat mendukung reformasi dengan melunakkan kriteria Maastricht yang menjadi tulang punggung peraturan fiskal Uni Eropa. "(Tapi) peraturan fiskal dapat lebih realistis dan efektif," katanya.

"Tujuannya adalah agar semua perekonomian tumbuh dan memiliki finansial publik yang berkelanjutan, saya menyarankan mengkombinasikan antara langkah reduksi  utang jangka panjang yang lebih kredibel dengan target-target jangka menengah yang fleksibel," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile