Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

27 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kondisi Ini Buat Orang Dewasa Muda Berisiko Serangan Jantung

Selasa 17 May 2022 17:25 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Nyeri dada (ilustrasi). Serangan jantung juga bisa terjadi pada orang dewasa muda.

Nyeri dada (ilustrasi). Serangan jantung juga bisa terjadi pada orang dewasa muda.

Foto: www.freepik.com.
Orang dewasa muda juga bisa berisiko mengalami serangan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan jantung sering kali dipandang sebagai masalah kesehatan orang tua. Akan tetapi, orang dewasa muda juga bisa berisiko mengalami serangan jantung bila memiliki kondisi tertentu. Salah satunya adalah kondisi pradiabetes.

Pradiabetes merupakan sebuah kondisi di mana seseorang memiliki kadar gula darah lebih tinggi dari normal, namun tidak cukup tinggi untuk dianggap sebagai diabetes. Menurut American Heart Association (AHA), orang dewasa muda dengan kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami serangan jantung.

Baca Juga

"Prediabetes, bila tak diobati, dapat secara signifikan mempengaruhi kesehatan dan bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2, yang diketahui meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular," jelas peneliti Akhil Jain, seperti dilansir laman Express, Selasa (17/5/2022).

Menurut studi yang Akhil dan tim penelitinya lakukan, orang dewasa muda dengan pradiabetes memiliki kemungkinan 1,7 kali lebih besar untuk dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung dibandingkan orang-orang berusia sama tanpa prediabetes. Berdasarkan temuan ini, Akhil berharap studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk semakin memahami hubungan antara risiko penyakit kardiovaskular dengan pradiabetes.

"Seiring dengan meningkatnya serangan jantung pada orang dewasa muda, studi kami difokuskan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan populasi usia muda ini," jelas Akhil.

 

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi. Pada diabetes tipe 2, tubuh penderita tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh tidak dapat bereaksi terhadap insulin.

Ketika pradiabetes sudah berkembang menjadi diabetes tipe 2, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan pasien. Sebagian dari gejala tersebut adalah berkemih lebih sering dari biasanya, merasa haus sepanjang hari, merasa lelah sepanjang waktu, berat badan turun tanpa sebab, gatal di area genital, luka sulit sembuh, pandangan mata kabur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile