Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kiprah Dokter Muslim dalam Menangani Penyakit Mental

Selasa 17 May 2022 22:53 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Kontribusi Dokter Muslim. Kiprah Dokter Muslim dalam Menangani Penyakit Mental

Kontribusi Dokter Muslim. Kiprah Dokter Muslim dalam Menangani Penyakit Mental

Foto: Infografis Republika
Dokter Muslim mengklasifikasikan penyakit mental sebagai cabang tersendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di abad pertengahan, kehadiran penyakit mental dianggap oleh masyarakat Yahudi-Kristen sebagai hukuman dewa, sementara dokter Muslim awal membuat cabang khusus kedokteran dan menyebutnya pengobatan jiwa atau penyembuhan hati.

Dilansir dari About Islam, dokter Muslim abad pertengahan tertarik pada semua cabang kedokteran, termasuk psikologi. Pada fase awal pengobatan Islam, psikologi termasuk dalam kedokteran umum.

Baca Juga

Setelah itu, para tabib Muslim mengklasifikasikannya sebagai cabang tersendiri dalam kedokteran. Para dokter Muslim menulis tentang banyak penyakit mental seperti kecemasan, depresi, melankolis, epilepsi, skizofrenia, paranoia, pelupa, gangguan seksual, delusi penganiayaan, dan gangguan obsesif-kompulsif di antara penyakit mental lainnya.

Merekalah yang pertama menambahkan gangguan psikosomatis ke dalam kosakata sejarah psikologi. Mereka juga percaya penyakit mental disebabkan ketidakseimbangan kimia yang mempengaruhi otak.

Menurut syariat Islam, seorang Muslim yang beriman harus bersikap baik kepada orang yang sakit jiwa dan memperlakukan mereka dengan baik. Banyak rumah sakit didirikan pada awal era Islam abad pertengahan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile