Rabu 18 May 2022 10:10 WIB

IHSG Berbalik Menguat Ditopang Saham GOTO Hingga ARTO

Tak hanya saham GOTO, BUKA juga alami kenaikan serta ARTO yang sempat melemah.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
...
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kenaikan IHSG hari ini, Rabu (18/5), ditopang oleh saham-saham teknologi. Sejak kemarin, saham GOTO mulai bergerak naik dengan kenaikan sebesar 3,09 persen. Sementara pagi ini, GOTO melanjutkan penguatannya hingga mencapai 7 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kebangkitannya setelah terkoreksi cukup dalam pada pekan lalu. Kali ini, IHSG dibuka naik ke posisi 6.676,39 dan terus menguat hingga di atas 1 persen. 

Kenaikan IHSG hari ini, Rabu (18/5/2022), ditopang oleh saham-saham teknologi. Sejak kemarin, saham GOTO mulai bergerak naik dengan kenaikan sebesar 3,09 persen. Sementara pagi ini, GOTO melanjutkan penguatannya hingga mencapai 7 persen. 

Saham BUKA juga naik signifikan sebesar 4,26 persen setelah pada perdagangan kemarin juga ditutup naik 3,68 persen. Naiknya GOTO dan BUKA sejalan dengan indeks saham utama di Wall Street yang naik tajam didorong saham teknologi seperti Tesla. 

Kenaikan saham-saham teknologi ini juga diikuti oleh saham bank digital ARTO. Meski dibuka melemah, hari ini ARTO mencoba kembali naik ke zona hijau dan sempat menguat 1,3 persen . Pada awal perdagangan ini, ARTO bergerak direntang 7.075-7.800. 

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat hingga akhir perdagangan hari ini. "Pagi ini, investor di Asia mencerna rilis perhitungan awal (Preliminary) data pertumbuhan ekonomi (PDB) 1Q22 Jepang," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (18/5/2022). 

Di tengah gelombang penularan varian Omicron, perang di Ukrania dan lonjakan harga komoditas dunia, ekonomi Jepang menderita kontraksi 1,0 persen di kuartal 2022, lebih baik dari ekspektasi pasar yang kontraksi 1,8 persen. Kontraksi di kuartal I 2022 ini bertolak belakang dengan pertumbuhan 3,8 persen yang tercatat di kuartal IV 2021.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik 11 bps menjadi 2,99 persen. Kenaikan imbal hasil ini karena investor mencerna rilis data ekonomi AS yang keluar solid.

Kinerja yang solid dari sejumlah komponen dalam ekonomi AS ini memberi ruang yang lebih luas bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan dan memperketat kebijakan moneter tanpa harus khawatir akan mengganggu pertumbuhan.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan kebulatan tekad Federal Reserve dalam terus menaikkan suku bunga acuan sampai ada bukti kuat bahwa laju inflasi mulai turun secara bertahap. 

Federal Reserve telah menaikkan kisaran suku bunga acuan Federal Fund Rate (FFR) menjadi 0,75 -1 persen tahun ini dan berencana menaikkan lagi suku bunga FFR sebesar 50 bps pada masing-masing 2 pertemuan kebijakan yang akan datang di bulan Juni dan Juli.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement