Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

 

19 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Janet Yellen Dorong Sekutu AS Bersatu Melawan China

Rabu 18 May 2022 04:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Menteri Keuangan Janet Yellen. China diminta menghentikan praktek tidak menyenangkan yang merugikan ekonomi.

Menteri Keuangan Janet Yellen. China diminta menghentikan praktek tidak menyenangkan yang merugikan ekonomi.

Foto: AP/Jacquelyn Martin
China diminta menghentikan praktek tidak menyenangkan yang merugikan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen kembali mengkritik praktik perdagangan dan ekonomi China. Ia mengajak sekutu-sekutu Amerika Serikat di Eropa untuk bersatu menantang Beijing dan mendiversifikasi rantai pasokan.

 

"Kami memiliki kepentingan bersama dalam memberi insentif pada China untuk menahan praktek ekonomi yang merugikan kami semua," kata Yellen dalam pidatonya di Brussels Economic Forum, Selasa (17/5).

Baca Juga

Ia menyinggung praktik perdagangan dan investasi, pembangunan dan kebijakan perubahan iklim China. Yellen juga membahas praktik memberi pinjaman China yang mengakibatkan sejumlah negara memiliki utang yang tak berkelanjutan.

"Kami semua harus bercita-cita mendorong China menghentikan praktek-praktek tak menyenangkan, bila kami dapat melakukannya, kami akan memiliki peluang yang lebih baik dalam bersaing dengan China di tingkat yang sama, yang akan bermanfaat bagi bisnis dan konsumen kami," katanya.

Yellen memperingatkan negara-negara Barat untuk tidak terlalu bergantung pada sumber daya mineral China. Ia juga mengatakan, Beijing sedang membangun pangsa pasar yang kuat pada produk teknologi tertentu dan ingin mendominasi produksi semikonduktor.

Ia mengatakan, perkembangan ini dapat membuat perekonomian negara demokrasi lebih rentan terhadap pengaruh geopolitik China. Namun, mereka dapat meringankan risikonya dengan menjadi lebih 'saling menopang' pada rantai pasokan termasuk sumber daya penting.

Menteri keuangan AS itu juga mengajak sekutu-sekutu AS untuk meningkatkan bantuan keuangan pada Ukraina. Ia mengatakan, bantuan yang diumumkan sejauh ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar jangka pendek negara yang sedang diinvasi Rusia itu.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile