Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Total 14 Anak Diduga Terjangkit Hepatitis Akut di Indonesia

Rabu 18 May 2022 07:47 WIB

Rep: Febriyan A/ Red: Friska Yolandha

Petugas kesehatan berjalan di selasar ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/5/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, kasus hepatitis akut diduga menjangkiti 14 anak-anak di Indonesia per 17 Mei 2022.

Petugas kesehatan berjalan di selasar ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/5/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, kasus hepatitis akut diduga menjangkiti 14 anak-anak di Indonesia per 17 Mei 2022.

Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Sebanyak 14 kasus hepatitis akut tersebar di lima provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, kasus hepatitis akut diduga menjangkiti 14 anak-anak di Indonesia per 17 Mei 2022. Jumlahnya sama dengan sehari sebelumnya meski terdapat kasus yang dieliminasi dan tambahan kasus baru.

 

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menjelaskan, dari 14 kasus itu, satu di antaranya berstatus probable. Adapun 13 kasus lainnya berstatus pending classification alias masih dalam proses pemeriksaan.

Baca Juga

Sebanyak 14 kasus itu tersebar di lima provinsi. Di Sumatra Utara terdapat satu kasus berstatus pending, Sumatra Barat satu kasus pending, Jambi satu kasus pending, dan Jawa Timur dengan tiga kasus pending. Terbanyak di DKI Jakarta dengan 7 kasus pending dan satu kasus probable.

Syahril melanjutkan, 14 kasus itu terjadi pada sembilan laki-laki dan lima perempuan. Jika dilihat dari usianya, semuanya berumur di bawah 16 tahun. Rinciannya, 7 kasus pada anak usia 0-5 tahun, 2 kasus pada anak usia 6-10 tahun, dan lima kasus pada anak usia 11 - 16 tahun.

Syahril menjelaskan, per 16 Mei kasus diduga hepatitis akut juga berjumlah 14 dengan rincian 12 pending dan dua probable. Setelah proses pemeriksaan rampung, salah satu kasus probable dari Jawa Timur dieliminasi.

"Ada pengurangan satu kasus berstatus probable karena dia setelah diperiksa (ternyata) karena bakteri," kata Syahril saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Selain itu, lanjut dia, terdapat pula pengurangan satu kasus berstatus pending. Satu pasien ini dieliminasi dari dugaan terjangkit hepatitis akut karena dia ternyata terjangkit hepatitis A.

Setelah berkurang dua kasus, kata Syahril, lalu terdapat tambahan dua kasus baru. Dua kasus baru itu kini berstatus pending classification.

Syahril menjelaskan, hingga kini, baik di Indonesia maupun di luar negeri, belum ada kasus yang resmi berstatus konfirmasi. Sebab, semua negara masih menunggu keputusan Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Selain itu, belum ada negara yang berhasil memastikan apa penyebab hepatitis akut ini. "Hingga saat ini belum ditemukan patogen yang spesifik sebagai penyebabnya. Di luar negeri pun belum ada yang menyebutkan patogen apa yang menjadi penyebab," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile