Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO: Wabah Covid-19 Korut Munculkan Kekhawatiran Varian Baru

Rabu 18 May 2022 11:58 WIB

Red: Qommarria Rostanti

tTngkat penularan Covid-19 yang tinggi di kalangan orang-orang yang tidak divaksinasi, seperti di Korea Utara, berpotensi besar memunculkan varian baru. (ilustrasi)

tTngkat penularan Covid-19 yang tinggi di kalangan orang-orang yang tidak divaksinasi, seperti di Korea Utara, berpotensi besar memunculkan varian baru. (ilustrasi)

Foto: AP
Korut memicu kekhawatiran krisis besar-besaran lantaran kurangnya vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (17/5), mengatakan, tingkat penularan Covid-19 yang tinggi di kalangan orang-orang yang tidak divaksinasi, seperti di Korea Utara, berpotensi besar memunculkan varian baru. Negara anggota WHO itu sedang bergulat dengan wabah Covid-19 pertama yang diakuinya.

 

Korut memicu kekhawatiran krisis besar-besaran lantaran kurangnya vaksin dan infrastruktur medis. "Tentunya mengkhawatirkan jika negara-negara tidak menggunakan sarana yang kini tersedia," kata Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan saat menanggapi pertanyaan seputar wabah di Korut.

Baca Juga

"WHO kerap mengatakan bahwa di mana ada penularan yang tak terkontrol, di situlah selalu muncul potensi besar varian baru," katanya.

Dalam konferensi pers yang sama, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengaku "sangat prihatin" dengan penyebaran virus di kalangan warga yang tidak divaksin yang memilikibanyak penyakit bawaan. Badan kesehatan PBB itu sebelumnya menyebutkan bahwa Pyongyang belum secara resmi memberi tahu mereka soal wabah Covid-19.

Berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional WHO, tindakan itu jelas melanggar kewajiban hukum negara. Ketika ditanya soal bagaimana tanggapan WHO, Ryan mengatakan pihaknya siap membantu tetapi tidak mempunyai wewenang untuk campur tangan di sebuah negara berdaulat.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile