Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Korea Utara Laporkan Lebih dari 232 Ribu Kasus Baru 'Demam'

Rabu 18 May 2022 14:56 WIB

Red: Reiny Dwinanda

 FILE - Guru mengukur suhu tubuh pelajar untuk membantu mengekang penyebaran virus corona sebelum memasuki Sekolah Dasar Kim Song Ju di Distrik Pusat di Pyongyang, Korea Utara, Rabu, 13 Oktober 2021. Sebelum mengakui kasus Covid-19 domestik pada Kamis, 12 Mei 2022, Korea Utara menghabiskan 2,5 tahun menolak tawaran vaksin dari luar dan dengan teguh mengklaim bahwa sistem sosialisnya yang unggul melindungi 26 juta orangnya dari “virus jahat” yang telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia.

FILE - Guru mengukur suhu tubuh pelajar untuk membantu mengekang penyebaran virus corona sebelum memasuki Sekolah Dasar Kim Song Ju di Distrik Pusat di Pyongyang, Korea Utara, Rabu, 13 Oktober 2021. Sebelum mengakui kasus Covid-19 domestik pada Kamis, 12 Mei 2022, Korea Utara menghabiskan 2,5 tahun menolak tawaran vaksin dari luar dan dengan teguh mengklaim bahwa sistem sosialisnya yang unggul melindungi 26 juta orangnya dari “virus jahat” yang telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia.

Foto: AP/Cha Song Ho
Korea Utara juga mencatat kematian terkait dugaan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Korea Utara melaporkan lebih dari 232 ribu kasus baru "demam". Sementara itu, ada enam kematian terkait selama sehari terakhir dalam dugaan wabah Covid-19.

 

Data itu dirilis oleh kantor berita milik pemerintah, KCNA, Rabu (18/5/2022). Namun, sejauh ini, Korea Utara menolak untuk mengaitkan peningkatan kasus dengan gejala seperti infeksi virus corona itu dengan pandemi.

Baca Juga

Jumlah keseluruhan kasus mencapai 1,17 juta dan kematian berjumlah 62 sejak kasus pertama dilaporkan pada April. Hingga kini, lebih dari satu juta orang sudah dinyatakan sembuh dan sekitar 691.170 masih dirawat.

Pemerintah meminta apotek untuk tetap buka 24 jam setiap harinya. Militer dikerahkan untuk membantu pengaturan pasokan medis.

sumber : Antara, Anadolu
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile