Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

30 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

 RPH di Garut Tetap Beroperasi Penuhi Kebutuhan Pasar Meski Dilanda PMK

Rabu 18 May 2022 18:40 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

PMK tidak mengganggu aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) di Garut. Ilustrasi.

PMK tidak mengganggu aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) di Garut. Ilustrasi.

Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
PMK tidak mengganggu aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) di Garut

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT - Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak mengganggu aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) Ciawitali dan Wanaraja milik pemerintah. RPH tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"RPH di Ciawitali dan Wanaraja masih (beroperasi)," kata Kepala Disnakanla Kabupaten Garut Sofyan Yani di Garut, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga

Ia menuturkan Pemkab Garut memiliki RPH resmi untuk proses pemotongan hewan ternak jenis sapi maupun domba yang dilakukan sesuai dengan prosedur. Selama ini RPH di Garut tetap melakukan aktivitas memotong hewan sebanyak tujuh sampai delapan ekor per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Sofyan menyampaikan terkait hewan ternak seperti jenis sapi yang terindikasi terjangkit wabah PMK di Garut akan dilakukan potong paksa dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan hewan. Hewan ternak yang dipotong paksa itu tidak akan membahayakan atau menularkan penyakit ke manusia jika dagingnya dikonsumsi karena wabah tersebut hanya bisa menular ke hewan.

"Yang sedang sakit itu bisa dipotong karena dagingnya tidak berbahaya bagi manusia. Hanya bagian kepala, kaki, dan jeroan yang ada infeksinya harus dibuang," katanya.

Menurut Sofyan potong paksa hewan ternak di RPH justru lebih aman karena dilakukan dengan cara yang benar dan mendapatkan pengawasan dari dokter hewan. "Potong harus di RPH supaya tata caranya terkendali, di situ ada SOP, ada dokter hewan," jelasnya.

Laporan terakhir dari Disnakanla Kabupaten Garut menyebut hewan ternak yang sakit sebanyak 517 ekor, ternak diobati 340 ekor, ternak mati enam ekor, dipotong paksa 19 ekor, dan mulai sehat kembali 28 ekor.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile