Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Militer Israel Perluas Target di Jalur Gaza

Rabu 18 May 2022 23:16 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Asap mengepul dari sebuah rumah selama operasi militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat, Jumat, 13 Mei 2022. Divisi Intelijen Militer Israel atau Aman, telah memperluas jumlah situs yang menjadi target di Jalur Gaza hingga 400 persen.

Asap mengepul dari sebuah rumah selama operasi militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat, Jumat, 13 Mei 2022. Divisi Intelijen Militer Israel atau Aman, telah memperluas jumlah situs yang menjadi target di Jalur Gaza hingga 400 persen.

Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Saat ini militer Israel dalam persiapan untuk kemungkinan serangan baru.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Divisi Intelijen Militer Israel atau Aman, telah memperluas jumlah situs yang menjadi target di Jalur Gaza hingga 400 persen. Menurut surat kabar Haaretz, tentara Israel telah berusaha untuk memperluas "bank target" di Jalur Gaza. 

Perluasan dilakukan sejak serangan militer Israel di Gaza pada Mei tahun lalu. Saat ini militer Israel dalam persiapan untuk kemungkinan serangan baru.

Baca Juga

Pejabat keamanan di Aman meyakini bahwa, target yang telah mereka tetapkan bukan menjadi target esensial. Sebagian besar "bank target" tersebut bukan target profil tinggi. Militer Israel menargetkan kelompok militan Hamas di Gaza. Selama dua tahun terakhir, Israel telah membom ratusan situs Hamas.

Saat ini, Israel percaya bahwa Hamas tidak tertarik pada eskalasi di Gaza. Tetapi memusatkan fokus pada kegiatan di wilayah pendudukan Tepi Barat. Oleh karena itu, militer Israel terus mengerahkan pasukan di daerah itu.

"Kelompok itu (Hamas) telah mencapai keberhasilan yang relatif terbatas," klaim tentara Israel, dilansir Middle East Monitor, Kamis (19/5/2022).

Dalam isu terkait, pejabat keamanan Israel telah menyimpulkan bahwa, para pelaku serangan baru-baru ini di Israel beroperasi secara independen tanpa menerima arahan dari faksi-faksi Palestina. Penilaian intelijen mengatakan, serangan itu dipicu oleh ketegangan di Masjid Al-Aqsa. Selain itu, sebagian besar pelaku berusaha untuk membalas kematian seorang kerabat atau memiliki masalah pribadi. Tentara Israel mengklaim  pemuda Palestina cenderung mengidentifikasi dengan narasi agama ketimbang narasi nasional.

Sejak akhir Maret, tentara Israel telah meluncurkan kampanye di Tepi Barat yang dijuluki "pecahkan ombak".  Ini termasuk kampanye penangkapan besar-besaran, dan menargetkan sekitar 350 warga Palestina yang dicurigai terlibat dalam kegiatan terorisme dan hasutan. Sejak awal tahun, hampir 900 warga Palestina telah ditangkap oleh pasukan Israel. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile