Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

5 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kongres Amerika Pertama Kali Bicarakan Soal UFO

Kamis 19 May 2022 00:24 WIB

Red:

Kongres Amerika Pertama Kali Bicarakan Soal UFO

Kongres Amerika Pertama Kali Bicarakan Soal UFO

Kongres Amerika Pertama Kali Bicarakan Soal UFO

Majelis Tinggi Parlemen Amerika Serikat yang juga disebut Kongres untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir membicarakan fenomena UFO, objek yang belum bisa diidentifikasi di angkasa.

Berbicara di depan subkomite Bidang Intelijen Dalam Negeri, pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat tidak menyampaikan informasi tambahan mengenai penyelidikan mereka berkenaan dengan ratusan penampakan objek yang belum bisa dijelaskan di angkasa.

Namun dikatakan Dephan AS sudah mengangkat seorang direktur khusus yang bertugas melakukan koordinasi pengumpulan data berkenaan dengan UFO.

Pemerintah Amerika Serikat tidaklah menggunakan istilah UFO melainkan fenomena di udara yang belum teridentifikasi atau UAP.

Asisten Menteri Pertahanan AS bidang intelijen Ronald Moultrie mengatakan Kementerian Pertahanan, dikenal dengan nama Pentagon, berusaha agar masalah ini dibicarakan lebih terbuka dan mendesak pilot atau pun personel militer melaporkan hal-hal aneh yang mereka lihat di angkasa.

"Kami ingin tahu apa yang ada di luar sana sama seperti halnya Anda," kata Moultrie kepada para politisi di Gedung Kongres sambil menambahkan bahwa dia juga adalah penggemar hal-hal berkenaan dengan fiksi sains.

"Kami mendapatkan pertanyaan bukan saja dari Anda. Kami juga mendapatkan dari keluarga siang dan malam."

Politisi dari kedua partai utama di Amerika Serikat, Demokrat dan Republik, menyatakan UFO adalah masalah keamanan nasional.

Penampakan objek yang terbang tanpa adanya sistem pendorong seperti pesawat biasa sudah dilaporkan banyak terjadi di dekat pangkalan militer atau di sepanjang garis pantai.

Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa yang ada adalah objek rahasia dari teknologi China atau Rusia.

Namun penampakan ini biasanya berupa objek yang sedang melayang. Ada yang muncul hanya dalam bilangan detik, dan kadang juga gambarnya kabur karena pengaruh lensa kamera.

Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan memiliki informasi teknis tambahan mengenai berbagai penampakan tersebut namun tidak mau menyampaikannya kepada publik.

Sebuah laporan sementara yang dikeluarkan dinas intelijen tahun lalu menyebutkan adanya 144 penampakan pesawat atau benda lain yang terbang dengan kecepatan yang misterius.

Dari semua penampakan yang diselidiki, tidak ada informasi yang bisa didapatkan untuk menjelaskan berbagai insiden tersebut.

Seorang pejabat senior Pentagon dalam sidang hari Selasa menunjukkan susahnya menemukan kejelasan mengenai UFO tersebut.

Wakil Direktur Intelijen Angkatan Laut AS Scott Bray berdiri di dekat sebuah televisi menunjukkan video pendek yang menurutnya diambil dari pesawat militer F-18.

Video menunjukkan langit biru dengan awan yang bergerak menjauh.

Dalam salah satu gambar terlibat adanya objek yang berbentuk seperti balon.

"

"Seperti yang Anda lihat, menemukan UAP lebih susah dari apa yang Anda bayangkan," kata Bray.

"

Anggota Kongres André Carson dari Partai Demokrat asal Alabama yang memimpin dengar pendapat menyerukan kepada para penyelidik untuk menunjukkan bahwa "mereka siap menemukan fakta atas pencarian mereka"'

Anggota Kongres dari Partai Republik asal Arkansas Rick Crawford mengatakan penyelidikan ini bukanlah untuk "menemukan pesawat dari angkasa luar namun untuk menemukan data intelijen yang penting."

"Ketidakmampuan mengerti objek di wilayah udara kita yang sensitif bisa berarti kegagalan intelijen, sesuatu yang ingin kita hindari," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile