Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

4 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Statistik Thailand Diunggulkan, Pengamat: Justru Ini Bisa Buat Timnas U-23 Potensi Menang

Kamis 19 May 2022 03:14 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Para pemain timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam sedang menjalani latihan.

Para pemain timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam sedang menjalani latihan.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ada sesuatu yang membuat potensi timnas Indonesia menang cukup besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas U-23 Indonesia bakal meladeni Thailand di babak semifinal sepak bola putra SEA Games XXXI/2021 Vietnam, Kamis (19/5/2022) sore nanti. Secara statistik Thailand lebih diunggulkan. Namun ada sesuatu yang membuat potensi timnas Indonesia menang cukup besar.

Menurut pengamat sepak bola Akmal Marhali saat acara Cocomeo Channel, duel Indonesia versus Thailand bisa dibilang musuh bebuyutan, bahkan lebih menarik jika dibanding duel negeri serumpun Indonesia melawan Malaysia.

Baca Juga

"Total sudah 21 kali perjumpaan Indonesia melawan Thailand di SEA Games. Hasilnya kita cuma 4 menang, 2 imbang, dan 15 kali kalah. Tercipta 57 gol, Thailand mencetak 47 gol, kita hanya 10 gol," ujar Akmal, Kamis.

Untuk catatan pertemuan semifinal di sepanjang sejarah SEA Games, sudah terjadi delapan kali. Indonesia hanya menang satu kali, sudah lama sekali, yakni pada tahun 1979. Kala itu skuad Garuda menang 3-1.

Akmal menyebut, walau secara statistik Thailand unggul, ada faktor penting yang bisa membuat peluang menang timnas cukup terbuka.

"Kita ada 7 pemain yang menjadi bagian timnas SEA Games 2019. Saat itu Indonesia menang 2-0 atas Thailand, sekarang 7 pemain tersebut sudah menjadi bagian utama timnas. Sebaliknya, Thailand hanya menyisakan 2 pemain SEA Games 2019," jelas Akmal.

Ketujuh pemain tersebut adalah Asnawi Mangkualam, Firza Andika, Rachmat Irianto, Syahrian Abimanyu, Saddil Ramdhani, Witan Sulaeman, dan Egy Maulana Vikri.

"Kala itu pelatihnya Indra Sjafri, sekarang Indra masih dalam tim sebagai direktur teknik. Seiring waktu harusnya timnas lebih padu. Potensi Indonesia harusnya lebih matang secara pengalaman, lebih banyak pemainnya yang sudah bermain di SEA Games," kata Akmal.

Selain itu, ada 11 pemain jebolan Piala AFF 2020 lalu. Meski saat itu Indonesia kalah 0-4 dan seri 2-2 di partai final. "Ini dapat dijadikan pelajaran bagi pelatih Shin Tae-yong," pungkas Akmal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile