Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

KSAL Minta Komandan Batalyon dan Kapal Perang Asah Kemampuan Tempur

Kamis 19 May 2022 04:03 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Laksamana Yudo menekankan jajarannya lebih meningkatkan operasi di wilayah laut NKRI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meminta kepada komandan pangkalan angkatan laut (lanal), batalyon, dan kapal perang (KRI) mengasah kemampuan naluri tempur. Yudo melakukan pengarahan rutin kepada para komandan satuan jajaran TNI AL dan komandan KRI melalui video conference pada Rabu (18/5/2022).

 

"Terutama saat di KRI, naluri operasional serta naluri patroli ketika menghadapi sesuatu atau melihat sesuatu hal yang mencurigakan, sehingga dengan cepat dapat dicerna untuk menghasilkan keputusan," kata Yudo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Yudo menekankan jajarannya untuk lebih meningkatkan operasi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama wilayah kelautan. Menurut dia, sangat penting melaksanakan peningkatan operasi di wilayah laut NKRI karena rentan terhadap pelanggaran hukum.

Sehingga para komandan harus menguasai dan memahami area operasi masing-masing. "Kuasai wilayah kerja serta pahami area operasi sesuai dengan tanggung jawabnya untuk mengawasi daerah yang rentan atau vital sehingga para pimpinan dan komandan satuan mengetahui daerah yang sering menjadi penyelundupan," kata Yudo.

Eks Pangkogabwilhan I tersebut menekankan kepada para komandan satuan dan KRI agar tidak boleh ragu dan takut saat mengambil keputusan jika terjadi pelanggaran di laut maupun satuannya. Yudo menjelaskan, para pimpinan harus memahami hukum.

Sehingga dapat dengan cepat mengambil keputusan dengan bijak tanpa harus menunggu dari pimpinan atas jika terjadi pelanggaran di sekitar wilayah kerja maupun daerah operasi dengan melaksanakan koordinasi kepada pihak terkait. "Sehingga permasalahan yang ada akan cepat untuk ditangani," kata Yudo yang didampingi Wakil KSAL Laksdya Ahmadi Heri Purwono.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile