Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Salah Sebut Invasi Irak, George W. Bush: "Maksud Saya Ukraina"

Kamis 19 May 2022 08:34 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Mantan presiden AS George W. Bush salah menyebut Irak saat mengkritik invasi Rusia ke Ukraina. Ilustrasi.

Mantan presiden AS George W. Bush salah menyebut Irak saat mengkritik invasi Rusia ke Ukraina. Ilustrasi.

Foto: AP
George W. Bush salah menyebut Irak saat mengkritik invasi Rusia ke Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Mantan presiden AS George W. Bush keliru menyebut invasi Irak "brutal" dan "tak dapat dibenarkan". Namun kemudian ia mengoreksi bahwa yang dimaksud adalah invasi Rusia di Ukraina.

 

Komentar Bush itu muncul dalam sebuah pidato di sebuah acara di Dallas pada Rabu (19/5/2022) waktu setempat, ketika dia mengkritik sistem politik Rusia. "Itu adalah akibat dari tidak adanya check and balance di Rusia dan keputusan satu orang untuk melancarkan invasi yang sepenuhnya tak bisa diterima dan brutal di Irak," kata Bush sebelum mengoreksi dan menggelengkan kepalanya.

Baca Juga

"Maksud saya, Ukraina," ralatnya.

Secara berseloroh dia menyalahkan usianya ketika orang-orang yang hadir tertawa. Pada 2003, saat Bush menjadi presiden, Amerika Serikat memimpin invasi ke Irak karena dianggap memiliki senjata pemusnah massal yang tak pernah ditemukan.

Konflik berkepanjangan itu menewaskan ratusan ribu rakyat Irak dan membuat banyak orang mengungsi. Pernyataan Bush itu dengan cepat menjadi viral di media sosial, meraup lebih dari tiga juta view di Twitter saja setelah potongan video pidatonya diunggah oleh wartawan Dallas News. Bush juga membandingkan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan pemimpin Inggris di masa perang, Winston Churchill, seraya mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin karena melancarkan invasi di Ukraina pada Februari.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile