Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

2 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Dua Produk Pendeteksi Covid-19 Mandiri Tanpa Harus ke Klinik

Kamis 19 May 2022 16:47 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Bilal Ramadhan

PT. Jayatunggal Sekarmulia, produsen dan distributor alat kesehatan meluncurkan dua produk tes diagnostik untuk mendeteksi Covid-19. Produk-produk tersebut adalah Juvara tes deteksi antigen mandiri (self-test) dan C-Saliva PCR yang telah sesuai dengan arahan WHO serta Kementerian Kesehatan RI. Dua produk ini bisa melakukan tes mandiri dengan hasil akurat dalam waktu 10 menit.

PT. Jayatunggal Sekarmulia, produsen dan distributor alat kesehatan meluncurkan dua produk tes diagnostik untuk mendeteksi Covid-19. Produk-produk tersebut adalah Juvara tes deteksi antigen mandiri (self-test) dan C-Saliva PCR yang telah sesuai dengan arahan WHO serta Kementerian Kesehatan RI. Dua produk ini bisa melakukan tes mandiri dengan hasil akurat dalam waktu 10 menit.

Foto: Istimewa
Dua produk ini bisa melakukan tes mandiri dengan hasil akurat dalam waktu 10 menit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 sedang menuju titik cerah, menuju era endemi. Kegiatan ekonomi pun mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Meski sudah ada pelonggaran pemakaian masker, namun, proses pelacakan (tracing) masyarakat yang kemungkinan terdeteksi Covid-19 harus tetap berjalan.

PT. Jayatunggal Sekarmulia, produsen dan distributor alat kesehatan meluncurkan dua produk tes diagnostik untuk mendeteksi Covid-19. Produk-produk tersebut adalah Juvara tes deteksi antigen mandiri (self-test) dan C-Saliva PCR yang telah sesuai dengan arahan WHO serta Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga

Direktur PT. Jayatunggal Sekarmulia, Michael Rusli, mengatakan bahwa PT. Jayatunggal Sekarmulia akan terus berkontribusi melakukan proses kemandirian dalam tes Covid-19.

“Kedua alat ini, Juvara self-test dan C-Saliva PCR diproduksi untuk dapat digunakan secara mandiri, tanpa rasa sakit, dan sangat aman digunakan oleh siapapun,” kata Rusli dalam rilisnya, Kamis (19/5/2022).

Juvara self-test adalah sebuah alat uji kualitatif immunochromatographic assay yang dirancang untuk mendeteksi protein Covid-19 secara mandiri yang dihasilkan oleh virus yang bereplikasi di area hidung (nasal).

Salah satu keunggulan dari produk kesehatan ini adalah stick pengambil sampel cukup di rongga hidung, tidak perlu sampai masuk ke nasofaring sehingga lebih nyaman. Juvara self-test sudah diuji oleh UNPAD dengan hasil sensitivitas/spesivisitas 100 persen.

Juvara self-test sangat tepat digunakan pada masa transisi status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi saat ini. Sehingga masyarakat bisa melakukan tes antigen mandiri dengan hasil akurat hanya dalam waktu 10 menit tanpa harus ke klinik, bertemu dokter, atau ke rumah sakit.

Juvara self-test sangat cocok diterapkan di sekolah-sekolah, perkantoran dan pabrik yang mewajibkan tes antigen secara berkala. Selain Juvara self-test Covid-19, PT. Jayatunggal Sekarmulia juga meluncurkan C-Saliva PCR.

C-Saliva merupakan viral transport medium untuk pengambilan spesimen mikrobiologi, transportasi dan penyimpanan sampel air liur untuk dianalisis dengan uji diagnostik berdasarkan asam nukleat.

Keunggulan C-Saliva antara lain tidak memerlukan persiapan khusus (tidak perlu berpuasa) sebelum pengambilan spesimen, larutan bersifat inactivated untuk mengurangi risiko penularan, lebih aman dalam pengumpulan dan transportasi, aman disimpan dalam suhu ruang selama tujuh hari (tidak perlu disimpan dalam pendingin) dengan kualitas tetap  terjaga, dan sangat cocok untuk pengambilan spesimen anak kecil.

Distribusi Juvara self-test dan C-Saliva ini akan lebih efektif apabila juga didukung oleh pemerintah, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai contoh, sekolah-sekolah di Australia membagikan lima antigen self-test setiap 2-4 pekan kepada para siswanya agar mereka dapat melakukan tes mandiri secara berkala pada waktu yang ditentukan.

Apabila ada hasil tes yang positif, maka siswa yang bersangkutan tidak diizinkan masuk sekolah untuk periode waktu tertentu, sehingga dapat menekan potensi penularan penyakit ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile