Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Korut Klaim Berhasil Perangi Covid-19

Jumat 20 May 2022 03:04 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kim Jong Un menghadiri pertemuan nasional dan prosesi publik di Lapangan Kim Il-sung Pyongyang. Korut merayakan peringatan 110 tahun kelahiran mendiang pendiri negara itu, Kim Il-sung, pada Jumat (15/4/2022).

Kim Jong Un menghadiri pertemuan nasional dan prosesi publik di Lapangan Kim Il-sung Pyongyang. Korut merayakan peringatan 110 tahun kelahiran mendiang pendiri negara itu, Kim Il-sung, pada Jumat (15/4/2022).

Foto: KCNA/EPA
Jumlah warga yang mengalami gejala demam telah melebihi dua juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Utara mengatakan pada Jumat (19/5) bahwa Seoul mencapai "hasil bagus" dalam memerangi wabah Covid-19 yang pertama dialami negara tersebut. Sementara itu, jumlah warga yang mengalami gejala demam telah melebihi dua juta orang.

Negara yang terkucil itu melaporkan ada 263.370 orang lagi yang memperlihatkan gejala demam. "Sehingga jumlah keseluruhan kasus demam hingga Kamis petang mencapai 2.24 juta," kata kantor berita pemerintah, KCNA.

Baca Juga

KCNA juga melaporkan bahwa dua orang meninggal sehingga jumlah total kematian hingga Kamis petang tercatat 65 orang.Korut mengatakan bahwa, kendati ada peningkatan kasus, kegiatan pertanian terus berlangsung, pabrik-pabrik tetap beroperasi. Pemerintah juga tetap berencana menggelar upacara pemakamam seorang mantan jenderal.

"Walaupun ada situasi pencegahan epidemi darurat maksimum, produksi di sektor-sektor industri utama tetap berjalan normal dan proyek-proyek konstruksi skala besar terus digenjot," kata KCNA.

"Hasil baik terus dilaporkan dalam perang yang sedang berlangsung melawan epidemi," kata KCNA, menambahkan.

Peningkatan kasus dan kurangnya sumber daya medis serta vaksin di Korea Utara membuat badan hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan soal kemungkinan dampak yang "menghancurkan" bagi 25 juta penduduk negara itu.

Para petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengkhawatirkan keadaan bahwa penyebaran COVID-19 yang tidak terawasi bisa meningkatkan keberadaan varian-varian baru yang lebih mematikan.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile