Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dzikir yang Tertinggi Derajatnya

Jumat 20 May 2022 22:40 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Berdzikir. Ilustrasi. Dzikir yang Tertinggi Derajatnya

Berdzikir. Ilustrasi. Dzikir yang Tertinggi Derajatnya

Foto: Thoudy Badai/Republika
Para ulama membagi dzikir menjadi tiga kategori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ulama membagi dzikir menjadi tiga kategori. Dzikir yang pertama adalah dengan hati dan lisan, ini menjadi tingkatan yang paling tertinggi derajatnya. 

Dikutip dari buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Aidh Abdullah Al-Qarny, berikut tiga kategori dzikir.

Baca Juga

1. Dzikir dengan hati dan lisan

Ini adalah kategori dzikir yang paling baik. Di mana seseorang membaca tasbih dengan lisan, sementara hatinya merenungkan makna tasbih itu. Beristighfar dengan lisan, sementara hatinya merenungkan maknanya. Seseorang membaca shalawat kepada Rasulullah, sementara makna shalawat tersebut hidup di dalam hatinya. Inilah dzikir yang tertingggi derajatnya. 

2. Dzikir dengan hati tanpa lisan

Sebagian orang ada yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan hatinya, namun ia tidak menggerakkan lisannya. Ini adalah dzikir dengan derajat nomor dua. 

3. Dzikir dengan lisan tanpa hati

Seseorang yang berdzikir dengan cara seperti ini tetap mendapatkan pahala. Sebagai dasar atas pendapat ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanad yang shahih. Rasulullah SAW mengatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 

أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ

“Aku senantiasa bersama hamba-Ku selama ia mau berdzikir kepada-Ku dan menggerakkan kedua bibirnya.” (HR Bukhari, Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Dasar yang lain adalah perkataan beliau terhadap Abdullah bin Basar sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Hendaknya lisanmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah." (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hadits-hadits di atas menunjukkan dzikir yang dilakukan dengan lisan saja tetap mendapat pahala. 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile