Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

27 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemerintah Turki Dikritik karena Dianggap Lalai Jaga Hagia Sophia   

Jumat 20 May 2022 13:00 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Masjid Hagia Sophia Istanbul, Turki (ilustrasi).  Aksi vandalisme terjadi di Hagia Sophia setelah Turki ubah statusnya jadi masjid   

Masjid Hagia Sophia Istanbul, Turki (ilustrasi). Aksi vandalisme terjadi di Hagia Sophia setelah Turki ubah statusnya jadi masjid  

Foto: EPA-EFE/TOLGA BOZOGLU
Aksi vandalisme terjadi di Hagia Sophia setelah Turki ubah statusnya jadi masjid  

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL – Sejumlah kalangan di Turki mengkritik pemerintah karena lalai dalam menjaga Hagia Sophia sebagai situs warisan dunia UNESCO. Permasalahan yang disoroti terkait aksi vandalisme pertama yang terjadi pada April lalu. 

Kepala Persatuan Sejaran Seni Turki, Serif Yasar, memperingatkan kegagalan dalam melindungi pintu kuno adalah pertanda akan datangnya kerusakan yang lebih banyak lagi.

Baca Juga

"Kubah Hagia Sophia mungkin runtuh menimpa para jamaah pada 2050 (jika tidak segera dilakukan pencegahan)," tutur dia, seperti dilansir Asia News, Jumat (20/5/2022). 

April lalu, ditemukan aksi vandalisme pertama terhadap pintu kuno bekas basilika Kristen, yang didirikan kembali sebagai masjid atas perintah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Potongan-potongan pintu kayu oak yang megah yang terletak di pintu masuk gedung dilaporkan terkelupas. Pelaku belum diidentifikasi, dan tidak ada penyelidikan yang sedang berlangsung.

Para pengkritik menyebutkan, mengubahnya menjadi masjid akan menghilangkan nilai universal bangunan tersebut. Juga meningkatkan risiko kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi hingga mengorbankan nilai sejarah, budaya, dan simbolisnya, sebagai elemen persatuan untuk semua orang di Turki, terlepas dari afiliasi agamanya. Sekarang, kekhawatiran itu menjadi kenyataan.

Penjaga keamanan yang bertanggung jawab atas bangunan tersebut berusaha meminimalkan kerusakan dan meremehkan keseriusan insiden tersebut. Saat ini banyak yang khawatir bahwa insiden seperti itu dapat terulang dan menjadi lebih serius dalam waktu dekat.

Insiden pada April lalu itu bisa menjadi yang pertama dari banyak kerusakan di situs warisan dunia karena kelalaian. Para ahli dan aktivis baru-baru ini pun memperbarui kritik mereka terhadap otoritas Turki dan Presiden Erdogan, yang tampaknya gagal dalam tugas mereka untuk melindungi keindahan dan warisan sejarah, budaya dan arsitektur negara itu.

UNESCO, badan PBB untuk pendidikan, seni, ilmu pengetahuan dan budaya, juga mengkritik cara Turki tidak mengikuti pedoman untuk melindungi bangunan tersebut.

Sejak pengelolaan tempat ikonik dipindahkan dari Kementerian Kebudayaan Turki ke Direktorat Agama, tidak ada apresiasi nyata terhadap faktor risiko struktural dan lingkungan yang ada.

"(Kelalaian) mungkin membahayakan bangunan yang sangat besar tetapi sangat rapuh ini," kata seorang ahli, sebagaimana dikutip dari Al-Monitor.

 

Sumber: asianews   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile