Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ekonom Sarankan Minyak Curah Didistribusikan Lewat Bulog

Jumat 20 May 2022 13:31 WIB

Red: Indira Rezkisari

Warga mengantre untuk membeli minyak goreng saat operasi pasar minyak goreng curah bersubsidi di Halaman Parkir Gudang Moderen BossFood, Jakarta, Jumat (20/5/2022). Operasi pasar tersebut menyediakan minyak goreng curah subsidi sebanyak 7 ton dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram untuk mencukupi kebutuhaan masyarakat.Prayogi/Republika.

Warga mengantre untuk membeli minyak goreng saat operasi pasar minyak goreng curah bersubsidi di Halaman Parkir Gudang Moderen BossFood, Jakarta, Jumat (20/5/2022). Operasi pasar tersebut menyediakan minyak goreng curah subsidi sebanyak 7 ton dengan harga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram untuk mencukupi kebutuhaan masyarakat.Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Distribusi lewat Bulog membuat jelas harga keekonomian minyak goreng curah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyarankan agar pemerintah mendistribusikan minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu per liter lewat Bulog. Distribusi lewat Bulog dinilai lebih transparan dan jelas pengawasannya.

 

"Kita sarankan pada pemerintah untuk intervensi distribusi harus menggunakan Bulog. Jadi distribusi minyak goreng selama ini kan diserahkan pada swasta, ini harus diambil alih," kata Bima, dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Bima mengatakan alasan pendistribusian minyak goreng curah melalui Bulog untuk mengetahui harga keekonomian yang didapat mulai dari pabrik minyak goreng hingga didistribusikan dan dipasarkan di pasar-pasar tradisional. Dengan Bulog yang membeli langsung minyak goreng dari produsen, ditambah dengan biaya pengemasan, biaya distribusi dan sebagainya, akan diketahui berapa sebenarnya harga keekonomian yang didapat.

Sehingga apabila harga minyak goreng diharuskan Rp 14 ribu per liter di pasar, pemerintah hanya akan mensubsidi kepada Bulog dari selisih antara harga keekonomian dengan harga jual di pasar. "Kalaupun pemerintah mau mensubsidi, subsidinya lewat Bulog. Itu akan jauh lebih transparan dan mekanisme pengawasannya bisa lebih jelas," kata Bima.

Sebelumnya Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyebutkan bahwa harga minyak goreng curah di pasar masih berada di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per liter pada periode pelarangan sementara ekspor CPO sejak 28 April. Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mencabut pelarangan ekspor CPO dan minyak goreng pada 23 Mei mendatang.

Sejak akhir April lalu, pemerintah menugaskan Bulog untuk mendistribusikan minyak goreng curah seharga Rp 14 ribu per liter ke pasar tradisional. Direktur Utama Bulog Budi Waseso beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa regulasi mengenai penugasan tersebut sedang disiapkan, sekaligus BUMN logistik tersebut mempersiapkan pasokan dan distributor.

Budi Waseso menyatakan Bulog telah memiliki pengalaman mendistribusikan beras bantuan PPKM dan beras bantuan Presiden pada 2021 lalu yang dilaksanakan tanpa kendala. Dirinya meyakini dapat melaksanakan penugasan pendistribusian minyak goreng dengan lancar berbekal pengalaman penyaluran beras pada masa pandemi.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile