Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

27 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Beberapa Negara Terdampak Parah Omicron

Sabtu 21 May 2022 13:28 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Beberapa negara memberikan dampak berat bagi para pasien Omicron.

Beberapa negara memberikan dampak berat bagi para pasien Omicron.

Foto: Pixabay
Beberapa negara memberikan dampak berat bagi para pasien Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi beberapa negara yang sudah dilanda gelombang Covid-19 varian Delta, mungkin tidak memberikan dampak berat ketika varian Omicron datang. Namun, ada juga wilayah yang memberikan dampak berat bagi para pasien Omicron.

Menurut para ilmuwan, Omicron sangat menular, tapi dianggap kurang mematikan daripada Delta. Dan ada penelitian baru yang menunjukkan, ternyata tidak selalu demikian. Tetapi di Massachusetts, Omicron memiliki dampak yang jauh lebih mematikan daripada Delta.

Baca Juga

Hal itu berdasarkan penelitian yang diterbitkan Jumat (20/5/2022) di Journal of American Medical Association. Temuan itu menggambarkan, Omicron sangat menular, dan masih dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar.

“Bahkan jika kita memiliki gelombang masa depan di mana kita diberi tahu bahwa versi virus ini mungkin lebih ringan dari orang ke orang, kita tidak boleh salah menafsirkan,” kata penulis utama studi tersebut yang juga seorang dokter di Brigham and Women's Hospital, Boston, Dr Jeremy Faust.

Dilansir dari NBC News, Sabtu (21/5/2022), dalam studi itu para peneliti dari Brigham and Women's Hospital dan institusi lain, membandingkan jumlah kematian berlebih selama delapan pekan pertama gelombang Omicron dengan keseluruhan periode 23 pekan gelombang Delta di Massachusetts.

Para peneliti menemukan, 2.294 kematian terjadi selama gelombang Omicron dari akhir Desember hingga pertengahan Februari, dibandingkan dengan 1.975 kematian di Massachusetts selama gelombang Delta dari akhir Juni hingga awal Desember. Kematian itu diamati di setiap kelompok usia dewasa selama gelombang Omicron, meskipun kematian paling banyak terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas dari semua kelompok usia.

Faust mencatat, sejumlah kecil kematian selama gelombang Omicron dapat disebabkan oleh infeksi Delta yang terjadi beberapa pekan sebelumnya. Dengan kata lain, seseorang bisa saja terinfeksi varian Delta pada akhir November, tetapi tidak meninggal hingga akhir Desember, ketika Omicron telah mengambil alih.

Temuan datang sebagai subvarian Omicron BA.2, dan cabang dari strain itu, yang disebut BA.2.12.1, menyebar dengan cepat ke seluruh negeri, mengirimkan kasus dan rawat inap. Penelitian ini memiliki batasan yakni data, yang merupakan awal hanya melihat Massachusetts, yang berarti temuan itu mungkin tidak meluas ke negara bagian lain, di mana demografi dan tingkat vaksin Covid mungkin berbeda.

Padahal 80 persen populasi Massachusetts telah melakukan dua dosis vaksin. Dan data saja tidak bisa menjelaskan mengapa Massachusetts dengan tingkat vaksinasi Covid tertinggi, justru mengalami jumlah kematian yang lebih tinggi dari yang diperkirakan selama gelombang Omicron dibandingkan dengan Delta.

“Secara nasional, kematian selama gelombang Delta (sekitar 266 ribu) masih lebih tinggi selama Omicron (sekitar 143 ribu),” kata Kepala Cabang Statistik Kematian di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional Pusat Statistik Kesehatan, Dr Robert Anderson.

Di Amerika Serikat bagian Selatan, khususnya di negara bagian seperti Alabama, Florida, Mississippi, dan Texas, kematian yang tercatat selama gelombang Delta cenderung lebih tinggi. Seorang profesor epidemiologi di School of Public Health TH Chan Harvard, Bill Hanage, mengatakan jumlah kematian berlebih yang lebih tinggi selama gelombang Omicron di Massachusetts mungkin mencerminkan langkah-langkah mitigasi wilayah itu selama gelombang Delta.

Kombinasi tingkat vaksinasi yang tinggi dan langkah-langkah mitigasi di Massachusetts mengartikan bahwa tidak banyak orang yang terinfeksi Delta dan oleh karena itu lebih sedikit orang yang meninggal. Tetapi taktik pencegahan yang sama itu mungkin tidak cukup untuk melawan varian Omicron.

“Dan ini menyebabkan pada jumlah kematian yang lebih besar, bahkan jika masing-masing infeksi itu lebih ringan daripada jika itu adalah infeksi delta,” kata Hanage.

Meskipun, Omicron benar-benar lebih ringan, tetapi data Massachusetts menunjukkan bahwa sesuatu yang dianggap orang cukup ringan, pada kenyataannya, dapat menyebabkan kematian pada banyak orang. Faust menyarankan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pada orang-orang yang rentan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile