Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Arsenal Gagal ke Liga Champions, Arteta Mengaku Nyesek

Senin 23 May 2022 03:39 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Manajer Arsenal Mikel Arteta (kanan).

Manajer Arsenal Mikel Arteta (kanan).

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Arsenal mengalahkan Everton 5-1 tapi tetap gagal finis di empat besar Liga Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer Mikel Arteta mengatakan dia "merasa sakit" setelah Arsenal gagal lolos ke Liga Champions meski menang dengan nyaman atas Everton. Arsenal menang besar 5-1 pada laga terakhir Liga Primer Inggris, Ahad (22/5/2022). 

 

Skuad Arteta harus mengalahkan pasukan Frank Lampard dan berharap Tottenham kalah dari Norwich yang sudah terdegradasi. Namun kemenangan 5-0 Spurs di Carrow Road membuat the Gunners kehilangan posisi empat besar untuk musim keenam berturut-turut.

Baca Juga

Tuan rumah memimpin di pertengahan babak pertama ketika Gabriel Martinelli mencetak gol penalti setelah tembakannya mengenai lengan Alex Iwobi. Dengan tendangan penalti diberikan setelah asisten wasit mereview kejadian dengan video.

Eddie Nketiah memperbesar keunggulan tuan rumah pada menit ke-31, sebelum pemain pengganti Donny van de Beek, yang kemungkinan akan menjadi pertandingan terakhirnya untuk Everton, membobol gawang Arsenal.

Dua gol dalam tiga menit pada kedua mengakhiri pertandingan.  Keduanya datang dari sepak pojok saat Cedric Soares mencetak gol, kemudian Gabriel menyodok setelah Everton menyapu bola. Martin Odegaard menambahkan gol kelima saat Arsenal finis di peringkat kelima, dua poin di belakang Tottenham.

Fan mereka bersemangat saat para pemain melakukan putaran lapangan untuk menandai kembalinya mereka ke Liga Europa setelah absen musim ini. Namun Arteta mengatakan dia tidak puas dengan pencapaian itu, dengan kekalahan 2-0 di Newcastle pada Senin pekan lalu menjadi penentu kegagalan.

"Saya masih sangat kesakitan setelah apa yang terjadi pada hari Senin," katanya. "Kami telah mencoba memeras lemon sebanyak mungkin untuk mendapatkan setiap tetesnya. Kami tahu ke mana kami harus pergi dan kami tidak akan berhenti. Saya sangat kecewa. Kami gagal dan perasaan bersalah dan tidak mencapai level itu menyakitkan." 

Ia mengatakan Arsenal membutuhkan keajaiban pada pekan terakhir. Menurut dia, tabel liga di akhir musim tidak berbohong. 

"Memang benar bahwa tahun lalu dengan 67 poin Chelsea berada di Liga Champions, dan kami memiliki 69 dan kami tersingkir persaingan Liga Champions sekarang," jelasnya.

Walau demikian, Arteta berterima kasih atas dukungan yang dia dan para pemain terima. "Saya seorang pemenang dan saya benci kalah dan kami kehilangan sesuatu yang bisa kami menangkan dan itulah mengapa saya kesakitan," tambahnya. Maafkan saya." 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile