Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

 

19 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PLN Perkuat Listrik Kawasan Industri Karawang

Senin 23 May 2022 09:11 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

PLN siap mendukung pertumbuhan sektor industri. PT PLN (Persero) menggelontorkan dana investasi senilai Rp 452 miliar untuk memperkuat pasokan listrik kawasan industri di sisi utara Karawang, Jawa Barat, agar bisa menjadi daya tarik bagi investor baru.

PLN siap mendukung pertumbuhan sektor industri. PT PLN (Persero) menggelontorkan dana investasi senilai Rp 452 miliar untuk memperkuat pasokan listrik kawasan industri di sisi utara Karawang, Jawa Barat, agar bisa menjadi daya tarik bagi investor baru.

Foto: PLN
Karawang adalah salah satu kawasan industri besar Indonesia sehingga listrik penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menggelontorkan dana investasi senilai Rp 452 miliar untuk memperkuat pasokan listrik kawasan industri di sisi utara Karawang, Jawa Barat, agar bisa menjadi daya tarik bagi investor baru.

 

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) Djarot Hutabri mengatakan, PLN membangun dua infrastruktur ketenagalistrikan berupa Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilovolt (kV) Sukatani dan Gas Insulated Switchgear Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Sukatani.

Baca Juga

"Karawang adalah salah satu daerah industri terbesar di Indonesia. Listrik memegang peranan penting dalam peningkatan iklim investasi," kata Djarot dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (23/5/2022).

PLN menargetkan kedua proyek strategis nasional itu akan rampung pada November 2022. Sementara kemajuan pembangunan hingga saat ini telah mencapai 77 persen.

GISTET 500 kV Sukatani akan memiliki kapasitas sebesar 1.000 mega voltampere (MVA) dengan dua tower incomer 500 kV sepanjang 3,5 kilometer sirkit (kms). Sedangkan untuk GIS 150 kV akan memiliki kapasitas sebesar 120 MVA dengan tower incomer 150 kV sepanjang 3,44 kms.

Kedua gardu induk ini menggunakan teknologi isolasi gas sulphurhexaflouride (SF6) di mana lahan yang digunakan lebih efisien dibandingkan gardu induk konvensional. Melalui teknologi itu pembangunan gardu induk tidak lagi membutuhkan lahan yang besar, sehingga efektif untuk diterapkan di kota maupun daerah padat penduduk.

"Kami akan terus berupaya untuk segera menyelesaikan proyek ini agar manfaatnya juga bisa segera dirasakan oleh masyarakat," kata Djarot.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile