Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

28 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar Anggap Pelonggaran Prokes Covid-19 Sudah Tepat

Selasa 24 May 2022 06:02 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menanggapi positif kebijakan pemerintah yang secara resmi mencabut aturan tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dalam dan luar negeri yang sudah mendapat vaksinasi lengkap.

Ilustrasi. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menanggapi positif kebijakan pemerintah yang secara resmi mencabut aturan tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dalam dan luar negeri yang sudah mendapat vaksinasi lengkap.

Foto: www.freepik.com
Angka penularan atau rate of transmission Covid-19 di Indonesia kurang dari satu.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menanggapi positif kebijakan pemerintah yang secara resmi mencabut aturan tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dalam dan luar negeri yang sudah mendapat vaksinasi lengkap. Menurut Laura, aturan tersebut dicabut karena perkembangan Covid-19 di Indonesia sudah terkendali. 

Hal itu dapat dilihat dari data pantauan Covid-19 yang menunjukan rate of transmission (RT) Covid-19 di Indonesia kurang dari satu. “Memang kasus Covid-19-nya sudah bisa dikatakan terkendali karena rate of transmission ini kurang dari satu. Jadi untuk penyakit menular ketika RT kurang dari satu maka tingkat penularannya bisa dikatakan nol, artinya tidak terjadi penyebaran,” kata Laura, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Laura menjelaskan, jika RT menunjukan hasil satu maka satu orang pengidap Covid-19 dapat menularkan kepada satu orang lainnya. Adapun, jika RT di bawah satu dapat diasumsikan bahwa penularan itu tidak ada sehingga kasus Covid-19  tidak akan melonjak secara signifikan.

Berdasarkan laporan laman resminya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan, dalam hal pelacakan kasus Covid-19 di Indonesia sudah standard dengan ketentuan WHO. Yakni, satu orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, terbukti positivity rate atau persentase kasus positif yang ditemukan pada sejumlah orang yang diperiksa terus mengalami penurunan. Pada pekan pertama April 2022, angka positivity rate tercatat 3,77 persen. Angka positivity rate terus menurun hingga pekan ketiga Mei 2022 hanya 0,34 persen.

Laura juga menilai, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar penduduk Indonesia telah  menerima vaksin dosis lengkap. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sasaran vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 95,65 persen. Pencapaian itu tidak terpaut jauh dengan cakupan dosis tahap dua  yang sudah mencapai 80,09 persen.

“Dengan baiknya cakupan vaksinasi yang ada di masyarakat kita, ini juga berdampak pada penyebaran Covid-19 yang juga menurun dan kondisi imunitas terhadap virus ini membuat pemerintah menjadi confident untuk melakukan pelonggaran tentang protokol kesehatan," kata dia.

Mengenai masih adanya persyaratan dengan vaksin lengkap, Laura mengatakan, hal itu menunjukkan pemerintah sangat mengharapkan partisipasi dari masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi. Apalagi, vaksinasi Covid-19 sejauh ini dianggap sebagai jurus terjitu dalam pengendalian Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile