Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Epidemiologis Nilai Tepat Kebijakan Penanganan PMK Pemerintah

Selasa 24 May 2022 08:49 WIB

Red: Gita Amanda

 Epidemiologis dari NTT, Ewaldus Wera, mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani penularan dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (ilustrasi)

Epidemiologis dari NTT, Ewaldus Wera, mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani penularan dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Diharapkan pemerintah menyelesaikan pembuatan vaksin dalam negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiologis dari NTT, Ewaldus Wera, mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani penularan dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satunya dengan mengatur lalu lintas hewan ternak dari satu daerah ke daerah lainya.

 

Menurut Ewaldus, upaya pencegahan oleh pemerintah saat ini sudah sangat tepat mengingat penularan PMK bisa melalui kontak langsung bahkan melalui udara. "Pemerintah telah melakukan tupoksinya dengan baik. Pengawasan lalulintas ternak dari dan ke daerah tertular sudah dilakukan dengan baik. Namun tugas pengawasan ini perlu dukungan dan partisipasi dari masyarakat juga," ujar Doktor bidang Epidemiologi dan ekonomi Veteriner Wageningen University ini, Selasa (24/5/2022), seperti dalam siaran pers.

Baca Juga

Meski demikian, Ewaldus berharap pemerintah segera menyelesaikan pembuatan vaksin dalam negeri untuk mengurangi resiko penularan yang lebih besar. Adapun vaksin yang ada nanti harus yang sesuai dengan serotipe wabah.

"Saya sangat setuju kalau vaksin yang digunakan merupakan vaksin hasil produksi dalam negeri," katanya.

Disisi lain, Ewaldus menghargai upaya para peternak dalam memperkuat imun tubuh hewan melalui racikan kunyit, madu dan bahan alami lainya. Menurutnya, racikan semacam itu bisa jadi menambah daya tahan imun tubuh hewan, sehingga sistem organ tubuhnya mampu melawan virus yang ada didalam tubuh.

"Tapi itu hanya mengobati infeksi sekunder, bukan mengurangi jumlah virus yang menginfeksi ternak. Jika ada yang sembuh, bukan berarti sembuh dari PMK. Itu hanya sembuh lukanya saja. Sedangkan virusnya mungkin masih ada potensi menyebarkan virus ke ternak lain yang masih sehat," ujarnya.

Meski demikian, Ewaldus meminta pemerintah menekan penyebaran penularan melalui pengetatan lalu lintas ternak terutama daerah tertular, jangan sampai masuk ke daerah yang masih bebas.

“NTT adalah salah satu daerah ternak dan masih bebas, kami berharap pemerintah melakukan penguatan terhadap pengawasan ini,” pinta Ewaldus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile