Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Hewan Ternak Terinfeksi PMK di Garut Mulai Sembuh

Selasa 24 May 2022 12:16 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ilham Tirta

Petugas melakukan peneriksaan terhadap hewan yang diduga terjangkit PMK di wilayah Kabupaten Garut.

Petugas melakukan peneriksaan terhadap hewan yang diduga terjangkit PMK di wilayah Kabupaten Garut.

Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Garut
Sebanyak 171 ekor hewan ternak sudah sembuh karena diobati.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut mencatat hewan ternak yang terinfeksi penyakit mulut dan kaki (PMK) mulai banyak yang sembuh. Hewan ternak itu sembuh setelah diberikan pengobatan oleh petugas.

 

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Garut, Sofyan Yani mengatakan, hingga saat ini, sudah ada 171 ekor hewan ternak yang sembuh. "Yang lainnya, ciri-ciri sembuh sudah mulai bertambah. Ini hasil upaya pengobatan," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan, jumah hewan ternak yang suspek dan terinfeksi PMK masih sama dengan data Senin (23/5/2022), yaitu 978 ekor hewan ternak. Dari total itu, sebanyak 11 ekor hewan ternak mati dan 42 ekor dipotong paksa.

Pemkab Garut telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait wabah PMK. Status KLB itu berlaku selama 42 hari, terhitung sejak 18 Mei hingga 29 Juni 2022.

Sofyan mengatakan, penetapan KLB dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pengendalian wabah PMK. Selain itu, pihaknya juga akan membentuk satuan tugas (satgas) penanganan wabah PMK.

Menurut dia, pihaknya juga terus melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada hewan ternak yang sakit. Namun, ia mengaku terkendala terkait kebutuhan obat.

"Untuk pengadaan obat tambahan belum ada, karena melalui proses dulu. Ini menjadi kendala. Di satu sisi pengobatan harus segera, tapi proses lagi berjalan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile