Selasa 24 May 2022 19:38 WIB

Lesi Cacar Monyet Biasanya Muncul Duluan di Wajah, Periksakan Jika Alami Gejalanya

Periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala cacar monyet..

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Reiny Dwinanda
...
Foto: (CDC via AP)
Foto yang dipasok CDC pada 1997 memperlihatkan kulit lengan kanan dan dada seorang pasien ditumbuhi lesi cacar monyet. Selama lesi masih ada, pasien cacar monyet masih bisa menularkan penyakitnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Mohammad Syahril mengungkapkan, hingga kini cacar monyet belum terdeteksi di Indonesia. Ia pun meminta masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala cacar monyet.

"Waspada gejala-gejalanya, lakukan konsultasi ke dokter dan fasilitas kesehatan manakala gejala timbul (setelah bepergian) dari negara-negara yang ada kasus cacar monyet," ujar Syahril dalam konferensi pers secara daring, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Monkeypox atau cacar monyet paling banyak menular melalui kontak erat dan sentuhan langsung. Penularan bisa dari kontak erat dengan manusia yang sedang sakit cacar monyet atau dengan hewan yang terpapar virus tersebut.

"Penularan pertama bisa darah, air liur, maupun cairan tubuh. Yang kedua lesi di kulit, kan cacar ini seperti ada cairannya, maka itu kalau pecah bisa memberikan penularan. Kemudian juga ada dugaan droplet di pernapasan," jelas Syahril.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya antara enam hingga 16 hari. Masa penularan dapat berkisar dari lima hingga 21 hari.

Gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas. Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak, atau selangkangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement