REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Sebelas insinyur militer Kolombia akan melatih tentara Ukraina dalam pembersihan ranjau darat. Menteri Pertahanan Kolombia, Diego Molano, mengatakan, para insinyur akan melatih dan meningkatkan teknik, serta prosedur penghapusan ranjau darat taktis.
Molano mengatakan, pekan lalu dia bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin. Amerika Serikat mengundang Kolombia untuk berpartisipasi dalam pertemuan Grup Kontak Ukraina, yang memiliki lebih dari 40 negara anggota.
Molano mengatakan, Kolombia berkomitmen untuk mendukung Ukraina tidak hanya dengan bantuan kemanusiaan tetapi juga berbagi pengetahuan tentang penghapusan ranjau darat. Presiden AS Joe Biden pada April lalu mengkonfirmasi gabungnya Kolombia sebagai sekutu tambahan di NATO.
Belum lama ini, Molano menandatangani perjanjian dengan NATO tentang program kemitraan. Dalam program tersebut, NATO mendukung Kolombia untuk mengembangkan angkatan bersenjatanya. Sementara Kolombia memberikan pelatihan pembersihan ranjau darat kepada sekutu NATO.
"Kolombia berkomitmen pada nilai-nilai kebebasan dan hak asasi manusia, dan dalam hal ini memberikan kontribusi nyata sebagai negara mitra global NATO," kata Molano, dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/5/2022).
Kolombia memiliki pengalaman luas dalam menghilangkan ranjau darat yang telah ditanam oleh kelompok gerilya, termasuk Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia selama 60 tahun konflik bersenjata dengan pemerintah.
-
Korban Jiwa Gempa Myanmar-Thailand Melonjak, Lampaui 150 Orang
-
-
Jumat , 28 Mar 2025, 22:53 WIB
Rumah Sakit Terbesar Thailand Tunda Operasi Akibat Gempa Dahsyat
-
Jumat , 28 Mar 2025, 21:55 WIB
Perkembangan Terbaru Gempa Dahsyat Myanmar, Puluhan Orang Meninggal, Ratusan Kritis
-
Jumat , 28 Mar 2025, 21:45 WIB
KBRI Bangkok Imbau WNI Pantau Info Gempa di Saluran Resmi Pemerintah Thailand
-
Jumat , 28 Mar 2025, 18:11 WIB
Gempa Myanmar Tewaskan Sedikitnya 25 Orang, 20 Meninggal Saat Sholat Jumat
-