Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Prof Tjandra Usulkan Pemberian Dosis Vaksin Booster Kedua, Apa Perlunya?

Selasa 24 May 2022 13:28 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Pfizer yang digunakan untuk dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Pakar kesehatan merekomendasikan pemberian dosis booster kedua kepada kelompok rentan.

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Pfizer yang digunakan untuk dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Pakar kesehatan merekomendasikan pemberian dosis booster kedua kepada kelompok rentan.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Prof Tjandra menyebut pemberian dosis booster kedua sudah semakin luas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi Prof Tjandra Yoga Aditama merekomendasikan agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan pemberian vaksinasi Covid-19 dosis penguat kedua. Dosis booster tambahan itu utamanya ditargetkan kepada kelompok rentan.

"Perlu mempertimbangkan pemberian vaksin booster kedua (vaksin ke empat) yang memang sudah makin luas digunakan," kata Prof Tjandra melalui pesan singkat yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Prof Tjandra yang kini sedang berada di Amerika Serikat dalam rangka menghadiri wisuda di Columbia University berkesempatan mengamati penerapan booster kedua di negara tersebut. Pada Senin 23 Mei 2022, menurut Tjandra, Dinas Kesehatan New York (New York State Department of Health) mengumumkan bahwa anak usia lima hingga 11 tahun harus mendapat vaksin Covid-19 booster dalam waktu lima bulan setelah mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech mereka.

"Bahkan, anak usia lima hingga 11 tahun yang ada gangguan imunologis sedang dan berat juga mendapat booster kedua," kata pakar ilmu kesehatan paru Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Prof Tjandra mengatakan, otoritas terkait di New York menyediakan lebih dari 2.000 lokasi vaksinasi Covid-19 gratis. Dinas Kesehatan New York juga memperkuat rekomendasi bahwa mereka yang berusia 50 tahun ke atas juga perlu mendapat booster kedua dalam jarak empat bulan sesudah mereka mendapat booster pertama.

"Demikian juga halnya mereka yang berusia di atas 12 tahun dan ada gangguan imunologis sedang dan berat," katanya.

Prof Tjandra mengatakan seluruh kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan New York. Artinya, itu bukan kebijakan secara nasional.

"Karena selama di New York dalam sepekan ini saya kemana-mana via subway. Maka saya lihat di kereta, diumumkan bahwa vaksinasi Moderna dan juga tes Covid-19 tersedia di berbagai stasiun kereta," katanya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile