Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jongkok Vs Duduk, Posisi BAB Seperti Apa yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus?

Selasa 24 May 2022 22:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Toilet. Buang air besar dalam posisi duduk lebih mungkin menyebabkan sembelit dibandingkan BAB sambi jongkok.

Toilet. Buang air besar dalam posisi duduk lebih mungkin menyebabkan sembelit dibandingkan BAB sambi jongkok.

Foto: Reiny Dwinanda/Republika
Kenali posisi BAB terbaik untuk mengosongkan perut dan cegah kanker usus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker memiliki faktor risiko yang sangat beragam, di mana sebagian besarnya berkaitan dengan pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, dan obesitas. Siapa sangka, posisi buang air besar (BAB) yang kurang baik juga bisa menjadi faktor risiko kanker, dalam hal ini kanker usus.

 

Dr Deborah Lee mengungkapkan bahwa banyak studi epidemiologi yang menemukan bahwa sembelit kronis merupkan faktor risiko dari kanker usus. Selain itu, sekitar 63 persen dari kanker usus terkonsentrasi di negara-negara Barat.

Baca Juga

"Salah satu teorinya adalah orang-orang Barat mengosongkan usus mereka (buang air besar) sambil duduk, sedangkan di negara-negara berkembang (BAB) lebih umum dilakukan dalam posisi jongkok," ungkap dr Lee, seperti dilansir Express, Selasa (24/5/2022).

Dr Lee mengatakan, BAB dalam posisi duduk lebih mungkin menyebabkan sembelit dibandingkan BAB sambi jongkok. Menurutnya, jongkok merupakan posisi yang alami untuk BAB.

"Posisi ini sesuai untuk (BAB) karena berbagai alasan," jelas Dr Lee.

Salah satunya, posisi jongkok memungkinkan gravitasi untuk mempermudah proses keluarnya kotoran. Oleh karenanya, orang-orang yang BAB dalam posisi jongkok tidak perlu mengejan terlalu keras bila dibandingkan orang-orang yang BAB dengan posisi duduk.

Selain itu, posisi jongkok akan mempermudah katup ileocaecal untuk menutup sevara alami. Sebaliknya, posisi duduk cukup menyulitkan katup ileocaecal untuk menutup dengan baik, sehingga sulit untuk mencapai tekanan internal usus yang dibutuhkan untuk mendorong kotoran keluar. Katup ileocaecal merupakan katup yang terletak di antara usus kecil dan usus besar.

Di samping itu, dr Lee mengatakan otot puborektalis juga bisa berada dalam posisi rileks bila BAB dilakukan dalam posisi jongkok. Dalam posisi duduk, otot puborektalis akan berada dalam kondisi menegang. Kondisi otot puborektalis yang tidak rileks juga membuat orang-orang harus mengejan lebih kuat saat BAB dalam posisi duduk.

Untuk menurunkan risiko kanker usus, dr Lee mengatakan salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mencegah terjadinya sembelit. Selain dengan memperbaiki posisi BAB, sembelit dapat dicegah lewat asupan makanan yang bergizi dan tinggi serat. Penting juga untuk membatasi atau menghindari makanan tinggi lemak dan makanan olahan.

"Buang air besar secara rutin, tanpa mengejan, itu penting untuk meminimalkan risiko kanker tersebut," kata dr Lee.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile