Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Siapa yang Berisiko Tertular Cacar Monyet? Cek Kriterianya

Rabu 25 May 2022 09:25 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Cacar monyet dan kriteria orang-orang yang berisiko tertular. (ilustrasi)

Cacar monyet dan kriteria orang-orang yang berisiko tertular. (ilustrasi)

Foto: Republika
Cacar monyet bisa memunculkan beberapa gejala, sebagiannya mirip flu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyebaran kasus cacar monyet di dunia tampak semakin meluas. Per Selasa (24/5/2022) misalnya, Uni Emirat Arab, Republik Ceko, dan Slovenia melaporkan temuan kasus cacar monyet pertama mereka. Sebelumnya, cacar monyet sudah terkonfirmasi ada di 18 negara lain.

Cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Virus ini umum ditemukan di wilayah Afrika Tengah dan Barat. Cacar air dikategorikan sebagai penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat atau hewan primata kepada manusia.

Baca Juga

Sebagian besar kasus cacar monyet tidak berbahaya atau mematikan. Pada sebagian besar pasien, cacar monyet cenderung bersifat relatif ringan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus yang sangat jarang, cacar monyet bisa berujung pada kematian.

Seperti dilansir Eat This Not That, Rabu (25/5/2022) cacar monyet dapat memunculkan beberapa gejala. Sebagian dari gejala tersebut mirip dengan flu, seperti batuk, sakit kepala, ingusan, ada merasa lelah.

Gejala lainnya adalah nyeri otot dan pembengkakan kelenjar getah bening. Selain itu, cacar monyet juga kerap memunculkan gejala berupa kemunculan lesi atau lenting berisi nanah pada kulit. Beragam ruam ini bisa muncul di berbagai area tubuh, termasuk di sekitar genital dan membran mukosa atau selaput lendir.

Siapa yang berisiko tertular?

Cacar monyet secara umum bisa mengenai siapa saja yang melakukan kontak erat dengan ruam atau cairan tubuh individu yang terinfeksi. Melakukan hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi juga bisa meningkatkan risiko penularan.

Batuk dikatakan dapat memicu terjadinya penularan. Akan tetapi, penularan ini baru bisa terjadi bila ada kontak yang sangat erat dengan cairan pernapasan yang dikeluarkan penderita cacar monyet saat batuk.

Trik melindungi diri

Bila merasakan gejala seperti flu atau mengalami ruam di area kulit, segera lakukan isolasi mandiri di rumah. Setelah itu, laporkan kondisi yang dialami ke departemen kesehatan lokal untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Penting juga untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan beberapa upaya pencegahan. Sebagian di antaranya adalah menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air dan sabun. Hindari kepanikan agar proses pemulihan bisa berlangsung dengan baik dan penularan penyakit dapat ditanggulangi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile