Kamis 26 May 2022 05:15 WIB

Infografis Korut Dihantam Badai Covid-19

Jutaan orang di Korut diyakini terpapar Covid-19. .

Red: Teguh Firmansyah
Foto: BBC/Aljazirah
Korut dihantam badai Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, Korea Utara untuk pertama kalinya mengumumkan wabah penyebaran Covid-19 di negara itu saat banyak negara lain di dunia sedang menuju fase endemi. Jutaan orang dilaporkan terpapar, meskipun belum ada angka pasti mengingat keterbatasan informasi.

Banyak juga yang diyakini meninggal karena keterbatasan obat dan vaksin. Berikut perkembangan Covid-19 di Korut sejak pertama kali diumumkan.   

13 Mei: Pemimpin Korut Kim Jong-un untuk pertama kali mengumumkan kematian akibat Covid-19.

13 Mei: 187 ribu orang yang bergejala demam telah diisolasi.

14 Mei: Kantor berita Korut laporkan 21 kematian baru.

16 Mei: Media pemerintah dorong penderita Covid-19 gunakan obat penghilang rasa sakit dan penurun demam.

18 Mei: Korut mobilisasi militer untuk distribusikan obat. 10 Ribu petugas diturunkan untuk melacak penderita Covid-19.

18 Mei: Korut laporkan lebih dari 232 ribu kasus baru dengan gejala demam.

19 Mei: KCNA melaporkan dua juta orang menderita demam sejak akhir April. Sebagian besar diyakini Covid-19.

20 Mei: Korut klaim mencapai hasil bagus dalam penanganan Covid-19.

Penanganan Covid-19 Korut

- Bagi yang tak sakit parah disarankan minum teh jahe atau teh herbal.

- Ada juga yang menyarankan untuk minum air garam pada pagi dan malam hari.

- Pasien disarankan untuk minum pereda sakit atau antibiotik seperti ibuprofen, amoxicillin dan obat antibiotik lainnya.

sumber : BBC/Aljazirah/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement