Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Miliarder Ukraina akan Tuntut Rusia Karena Alami Kerugian Perang

Kamis 26 May 2022 20:20 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Tentara Rusia berpatroli di bagian yang hancur dari Pabrik Metalurgi Pekerjaan Besi & Baja Illich di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Rabu, 18 Mei 2022. Miliarder Ukraina pemilik pabrik baja yang dibom Rusia akan ajukan ganti rugi perang. Ilustrasi.

Tentara Rusia berpatroli di bagian yang hancur dari Pabrik Metalurgi Pekerjaan Besi & Baja Illich di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Rabu, 18 Mei 2022. Miliarder Ukraina pemilik pabrik baja yang dibom Rusia akan ajukan ganti rugi perang. Ilustrasi.

Foto: AP/AP
Miliarder Ukraina pemilik pabrik baja yang dibom Rusia akan ajukan ganti rugi perang

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Seorang miliarder Ukraina akan menuntut Rusia karena mengalami kerugian akibat perang. Rinat Akhmetov mengalami kerugian antara 17 miliar dolar AS hingga 20 miliar dolar AS akibat pengeboman yang menghancurkan pabrik baja miliknya di Mariupol. 

 

Pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pengeboman dan penembakan oleh Rusia. Pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir bagi pasukan Ukraina di Kota Mariupol. Pabrik Baja dan Besi Illich miliki Akhmetov rusak parah dalam serangan Rusia.

Baca Juga

"Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," ujar Akhmetov.

Akhmetov merupakan pemilik perusahaan Metinvest, yang merupakan pabrik baja terbesar di Ukraina. "Biaya penggantian karena agresi Rusia adalah dari 17 hingga 20 miliar dolar AS. Jumlah akhir akan ditentukan dalam gugatan terhadap Rusia," kata Akhmetov.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan suplai pasokan sesuai kontrak. Sementara perusahaan Akhmetov lainnya, Grup SCM telah melayani kewajiban utangnya. Sementara produsen listrik milik Akhmetov, DTEK telah merestrukturisasi portofolio utangnya. 

Akhmetov mengatakan,dia tetap berada di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. Dia optimistis Ukraina bisa meraih kemenangan. "Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami," kata Akhmetov.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile