Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Joe Biden akan Kunjungi Keluarga Korban Penembakan di Texas

Jumat 27 May 2022 07:54 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih

Biden dan Jill juga akan bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan istrinya, Jill Biden, diagendakan mengunjungi Texas pada Ahad (29/5/2022) mendatang. Mereka hendak menemui keluarga korban penembakan di Robb Elementary School yang menewaskan 19 anak dan dua guru.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengungkapkan, selain menemui keluarga korban, dalam kunjungannya Biden dan Jill juga akan bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat setempat. Sebagai seorang orang tua yang anaknya kini tengah menempuh pendidikan di sekolah dasar, Jean-Pierre telah menyampaikan permohonan menggebu-gebu di Gedung Putih agar anggota parlemen bersatu untuk mengatasi kekerasan senjata.

Baca Juga

“Ini anak-anak sekolah dasar. Mereka seharusnya kehilangan gigi pertama, bukan kehilangan nyawa,” ujarnya, Kamis (26/5/2022).  

Reporter di Gedung Putih pun sempat bertanya kepada Jean-Pierre tentang kepantasan Asosiasi Senapan Nasional AS atau National Rifle Association (NRA) melanjutkan konferensi yang diagendakan digelar di Houston, Texas, akhir pekan ini.

“Yang tidak pantas adalah bahwa kepemimpinan NRA telah membuktikan berkali-kali bahwa mereka berkontribusi untuk masalah kekerasan senjata, tidak mencoba untuk menyelesaikannya,” ujar Jean-Pierre.

“Sangat memalukan bahwa NRA dan sekutu mereka telah menghalangi setiap upaya untuk memajukan langkah-langkah yang kita semua tahu akan menyelamatkan nyawa,” kata dia menambahkan.

Pada Selasa (24/5/2022), seorang remaja berusia 18 tahun bernama Salvador Ramos melepaskan berondongan tembakan ke Robb Elementary School. Saat menjalankan aksinya, Ramos tak hanya membawa pistol, tapi juga senapan otomatis dan magasin berkapasitas tinggi.

Serangan membabi buta itu menewaskan 19 anak dan dua guru. Ramos pun turut tewas ditembak polisi perbatasan yang berada di sekitar lokasi. Insiden penembakan di Robb Elementary School merupakan yang terburuk dalam setidaknya sepuluh tahun terakhir.

Pasca-insiden itu, muncul seruan agar AS memperketat undang-undang senjata. Dalam pernyataannya setelah insiden, Biden pun sempat menyinggung tentang lobi senjata.

 “Kapan, atas nama Tuhan, kita akan menghadapi lobi senjata? Mengapa kita rela hidup dengan pembantaian ini. Mengapa kita terus membiarkan ini terjadi?” ujar Biden.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile