Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Iran Tawarkan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Rusia-Ukraina

Jumat 27 May 2022 11:50 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Iran telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina.

Iran telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina.

Foto: Maxim Guchek/BelTA Pool Photo via AP
Iran menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, BERN – Iran telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (26/5/2022).

“Iran mendukung dialog dan diplomasi,” kata Amir-Abdollahian, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Amir-Abdollahian mengungkapkan, pekan lalu dia telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Pada kesempatan itu pun ia menyampaikan bahwa Iran siap menjadi tuan rumah pembicaraan antara Rusia dan Ukraina.

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat memberikan pidato secara virtual dalam perhelatan Forum Ekonomi Dunia. Zelensky mengatakan, dia menolak melakukan pertemuan dengan pejabat-pejabat Rusia, kecuali Presiden Vladimir Putin. Menurutnya, perang di Ukraina tak dapat berakhir tanpa ada keputusan Putin.

“Saya tidak dapat menerima pertemuan apa pun dengan siapa pun yang datang dari Federasi Rusia. Dan hanya dalam kasus ketika ada satu masalah di meja; menghentikan perang. Tidak ada alasan lain untuk jenis pertemuan lainnya,” kata Zelensky, Senin (23/5/2022).

Dia mengungkapkan, saat ini mengatur setiap pembicaraan dengan Rusia menjadi lebih sulit. Menurut Zelensky, hal itu karena adanya bukti tindakan kekerasan Rusia, termasuk pembunuhan, terhadap warga sipil Ukraina di wilayah yang diduduki. Oleh sebab itu, ia menilai, bola untuk menghentikan perang berada di tangan Putin.

“Presiden Federasi Rusia yang memutuskan semuanya. Jika kita berbicara tentang mengakhiri perang ini tanpa dia secara pribadi, keputusan itu tidak dapat diambil,” kata Zelensky.

Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak 24 Februari lalu. Meski sudah melangsungkan beberapa putaran negosiasi, kedua negara tersebut belum bisa menyepakati perjanjian penuntasan konflik.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile