Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pasukan Ukraina Mungkin Terpaksa Mundur di Luhansk

Sabtu 28 May 2022 03:46 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ukraina mengatakan pasukannya mungkin harus mundur dari kantong perlawanan terakhir di Luhansk demi menghindari penangkapan pasukan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ukraina mengatakan pasukannya mungkin harus mundur dari kantong perlawanan terakhir di Luhansk demi menghindari penangkapan pasukan Rusia.

Foto: AP/Markus Schreiber
Angkatan bersenjata Rusia terus menekan maju di bagian timur Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ukraina mengatakan pasukannya mungkin harus mundur dari kantong perlawanan terakhir di Luhansk demi menghindari penangkapan pasukan Rusia. Angkatan bersenjata Moskow terus menekan maju di bagian timur Ukraina.

Bila pasukan Ukraina mundur maka target Presiden Rusia Vladimir Putin menguasai Luhansk dan Donetsk sepenuhnya berhasil. Pasukannya menguasai dua daerah yang dikenal sebagai Donbas sambil terus meledakan sejumlah kota-kota di sekitarnya.

Baca Juga

Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan pasukan Rusia sudah masuk kota terbesar di Donbas, Sievierodonetsk yang saat ini masih dikuasai Ukraina. Usai mencoba menjebak pasukan Ukraina di sana selama berhari-hari. Gaidai mengatakan 90 persen gedung di kota itu hancur.

"Rusia tidak dapat merebut daerah Luhansk selama beberapa hari kedepan seperti prediksi pengamat," kata Gaidai dalam aplikasi kirim pesan Telegram, Jumat (27/5/2022).

Ia menyinggung Sievierodonetsk dan kota kembarannya Lysychansk yang berada di sepanjang Sungai Siverskiy Donetsk.

"Kami akan memiliki cukup kekuatan dan sumber daya untuk membela diri, tapi mungkin untuk tidak dikepung kami akan mundur," katanya.

Separatis yang merupakan proksi Moskow mengatakan kini mereka menguasai Lyman, jalur kereta di barat Sievierodonetsk. Ukraina mengatakan Rusia menguasai sebagian besar Lyman tapi pasukannya sudah memblokir mereka untuk maju ke Sloviansk.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina melindungi tanah air "sebanyak yang sumber daya pertahanan yang dimilikinya saat ini." Militer Ukraina mengatakan mereka membalas delapan serangan di Donetsk dan Luhansk, menghancurkan tank-tank dan kendaraan tempur.

"Bila penjajah mengira Lyman dan Sievierodonetsk akan menjadi milik mereka, mereka salah, Donbas akan menjadi milik Ukraina," kata Zelenskyy dalam pidato malamnya. 

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile