Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Andy Robertson Kecam Penyelenggara Atas Kekacauan Liga Champions

Ahad 29 May 2022 06:10 WIB

Red: Ratna Puspita

Andy Robertson (kiri) dari Liverpool beraksi melawan Dani Carvajal dari Real Madrid pada final Liga Champions UEFA di Stade de France di Saint-Denis, dekat Paris, Prancis, Sabtu (28/5/2022) waktu Paris, Prancis, atau Ahad (29/5/2022) dini hari WIB.

Andy Robertson (kiri) dari Liverpool beraksi melawan Dani Carvajal dari Real Madrid pada final Liga Champions UEFA di Stade de France di Saint-Denis, dekat Paris, Prancis, Sabtu (28/5/2022) waktu Paris, Prancis, atau Ahad (29/5/2022) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Teman Andy Robertson ditolak memasuki pertandingan karena tiketnya dianggap palsu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bek kiri Liverpool, Andy Robertson, mengecam penyelenggara final Liga Champions Sabtu (28/5/2022) waktu Paris, Prancis, atau Ahad (29/5/2022) dini hari WIB karena adanya "kekacauan". Akibatnya, kick-off ditunda selama 35 menit setelah penggemar berusaha memaksa masuk ke Stade de France di Paris.

Polisi huru-hara menembakkan gas air mata ke arah penggemar saat kekacauan terjadi di dekat ujung lapangan kubu Liverpool. Menurut UEFA, hal itu disebabkan oleh tiket palsu yang tidak berfungsi di pintu putar. 

Baca Juga

Robertson mengatakan, seorang temannya ditolak memasuki pertandingan tersebut, yang dimenangi Real Madrid 1-0 untuk menjuarai piala antarklub Eropa paling bergengsi itu. "Salah satu teman saya diberi tahu itu palsu, yang saya jamin tidak. Itu benar-benar berantakan," kata pemain berusia 28 tahun itu kepada BBC yang dikutip Reuters, Ahad.

"Sejujurnya, orang hanya mengada-ada dan panik. Gas air mata yang dilemparkan ke orang-orang tidak bisa diterima."

Liverpool telah menuntut penyelidikan secara resmi terhadap insiden tersebut dan mengatakan mereka sangat kecewa terhadap masalah masuk stadion yang dihadapi suporter mereka. "Itu mengerikan bagi penggemar kami dan semua keluarga yang telah melewatinya juga. Ini bukan pengalaman yang menyenangkan, bukan final yang bagus untuk didatangi. Liga Champions seharusnya menjadi perayaan tapi bukan demikian," kata Robertson.

Final tersebut dipindah dari St Petersburg ke Paris oleh UEFA menyusul invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut oleh Moscow sebagai "operasi militer khusus". Manajer Liverpool Juergen Klopp mengatakan, keluarga dari beberapa pemain kesulitan untuk masuk ke stadion.

"Yang saya dengar adalah kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu apa yang terjadi di sana. Saya mendengar beberapa hal yang tidak baik, tidak menyenangkan," kata pelatih asal Jerman tersebut.

"Jelas itu cukup sulit di sana, tapi saya tidak tahu lebih banyak tentang itu."

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile