Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

OJK Dorong Kampus Jadi Pusat Pengembangan Literasi Keuangan Digital

Senin 30 May 2022 08:27 WIB

Rep: novita intan/ Red: Hiru Muhammad

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman OJK dengan Universitas Sebelas Maret di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kampus UNS, Surakarta, Jumat (27/5/2022)

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman OJK dengan Universitas Sebelas Maret di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kampus UNS, Surakarta, Jumat (27/5/2022)

Foto: OJK
Potensi digitalisasi ekonomi Indonesia hingga 2025 mencapai 146 miliar dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat melalui pengembangan digitalisasi yang dibarengi dengan edukasi serta literasi. Hal ini untuk mendukung terwujudnya pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM). 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso berharap kampus bisa menjadi sentra untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat."SDM yang dapat memahami digitalisasi dan berbagai inovasi teknologi lainnya, agar terwujud perluasan akses digital bagi UMKM," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/5/2022).

Baca Juga

Menurutnya potensi digitalisasi ekonomi Indonesia hingga 2025 mencapai 146 miliar dolar AS atau tumbuh 20 persen per tahun. Maka itu, perkembangan teknologi serta penetrasi internet menuntut transformasi teknologi segala bidang, terutama industri keuangan.

"Kompleksitas produk dan layanan keuangan juga semakin tinggi dengan maraknya inovasi keuangan digital yang sangat masif terutama dalam bentuk transaksi financial technology termasuk perdagangan aset kripto pada masa mendatang," ucapnya.

Wimboh menyampaikan OJK mendukung upaya pemerintah melakukan akselerasi digital melalui edukasi untuk meningkatkan literasi digital dan mengurangi gap pemahaman masyarakat.  Selain itu, sektor riil membutuhkan terciptanya SDM dengan kompetensi untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan perekonomian baru pasca pandemi, khususnya di sektor jasa keuangan.

Melalui pelaksanaan kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret, OJK berharap UNS dapat semakin meningkatkan sinergi untuk mendukung terwujudnya literasi keuangan dan juga peningkatan kompetensi terkait sektor jasa keuangan dan teknologi digital bagi mahasiswa UNS. 

“Implementasi sinergi kedua lembaga tersebut akan dilaksanakan dalam ruang lingkup antara lain edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan, penelitian, pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan berbagai kerja sama lain yang disepakati ke depannya,” ucapnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile