Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Puluhan Kasus Covid-19 di Bantul dari PTM tak Bergejala Berat

Senin 30 May 2022 09:07 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Nur Aini

Petugas kesehatan menunjukkan sampel tes Swab PCR COVID -19 untuk guru dan siswa, ilustrasi. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY menyebut, puluhan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan di Kabupaten Bantul tidak bergejala berat.

Petugas kesehatan menunjukkan sampel tes Swab PCR COVID -19 untuk guru dan siswa, ilustrasi. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY menyebut, puluhan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan di Kabupaten Bantul tidak bergejala berat.

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Ada 30 kasus baru Covid-19 dari hasil screening pembelajaran tatap muka di Bantul

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY menyebut, puluhan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan di Kabupaten Bantul tidak bergejala berat. Dalam dua hari belakangan ini, ditemukan setidaknya 30 kasus baru Covid-19 dari hasil screening pembelajaran tatap muka (PTM).

 

"Kasus yang ditemukan tidak ada yang bergejala berat, semua isolasi mandiri di rumah," kata Kepala Bagian Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Senin (30/5/2022).

Baca Juga

Ditya mengatakan, di Kabupaten Bantul sudah dilakukan screening PTM sejak 23 Mei 2022 lalu. Screening, katanya, merupakan deteksi dini penyebaran Covid-19 selama berlangsungnya PTM.

Pasalnya, PTM terus berjalan mengingat kondisi Covid-19 sudah terkendali. Melalui screening itu dilakukan identifikasi potensi adanya klaster Covid-19 di lingkungan sekolah saat berlangsungnya PTM.

Selain itu, screening dilakukan menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat melalui surveilans oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY pada April lalu. Screening PTM akan dilakukan hingga Juni 2022 nanti.

"Kegiatan ini adalah menindaklanjuti instruksi pusat melalui surveilans Dinkes DIY pada bulan Ramadhan atau April kemarin agar dilaksanakan setelah Lebaran," ujarnya.

Ke depan, screening PTM ini akan terus dilakukan di sekolah-sekolah. Setidaknya, sasaran screening ini akan dilakukan terhadap 60 sekolah yang ada di Bantul dengan total sampel yang diuji yakni sebanyak 2.431 orang.

"Dilakukan deteksi dini melalui tracing, melalui penguatan surveilans PTM di lingkungan sekolah untuk identifikasi potensi klaster Covid-19 di sekolah dan identifikasi faktor risiko transmisi Covid-19 di sekolah," kata Ditya.

Sementara itu, dari kasus positif yang sudah ditemukan juga akan terus dilakukan tracing atau pelacakan lebih lanjut. "Penelusuran kontak erat baru dilaksanakan oleh masing-masing puskesmas di wilayah kerja sekolah dengan hasil screening positif dan hasil masih dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile