Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bagaimana Mualaf Bersikap Ketika Hadiri Acara Non-Muslim?

Selasa 31 May 2022 14:30 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Mualaf/Ilustrasi

Mualaf/Ilustrasi

Foto: Republika/Mardiah
Mualaf tak memutuskan hubungan dengan keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jika seorang mualaf hendak menghadiri acara keluarga yang non muslim, bagaimana harus bersikap. Melansir laman aboutislam.net, anggota Dewan Fiqih Amerika Utara, Syeikh Muhammad Nur Abdullah menjelaskan Islam tidak pernah memerintahkan mualaf baru untuk memutuskan hubungan mereka dengan keluarga mereka. Setelah masuk Islam, mualaf harus menjaga hubungan baik dengan keluarga mereka .

 

Mualaf harus membuktikan dengan perbuatan dan perilaku sebelum kata-kata bahwa setelah masuk Islam, mereka berubah menjadi lebih baik. Mereka harus melakukan yang terbaik untuk memberikan contoh yang baik bagi semua anggota keluarga dalam semua aspek kehidupan.

Baca Juga

Mereka juga harus mencoba memahami ajaran Islam selangkah demi selangkah dengan mencari bantuan dari seorang cendekiawan Muslim terkemuka yang dapat dipercaya, imam dari pusat Islam terdekat, teman-teman yang saleh. Mereka seharusnya tidak pernah memisahkan diri dari keluarga mereka begitu mereka berpindah agama. Jika mereka melakukan itu, itu memberikan citra yang sangat buruk tentang mereka dan tentang Islam dan Muslim pada umumnya.

Namun, sembari menjaga hubungan baik dengan keluarga mereka, orang yang insaf harus menggunakan kebijaksanaan dan menerapkan penilaian yang baik. Mereka tidak dapat memaksakan iman mereka pada keluarga mereka dan mereka tidak dapat memilih apa yang keluarga mereka minum atau makan. Sebagian besar keluarga non Muslim  menganggap hal-hal alkohol dan babi sebagai bagian dari budaya mereka, jadi kita harus menjauhi menyakiti perasaan orang atau menyinggung budaya mereka.

Itulah sebabnya menghadiri pertemuan keluarga didasarkan pada gagasan untuk menyeimbangkan yang baik dan yang buruk, kelebihan dan kekurangan. Jika tidak ada manfaat nyata dari pertemuan di mana seorang mualaf tahu alkohol akan disajikan, maka tidak perlu  hadir.

Di sisi lain, jika ada alasan yang sah dan memiliki manfaat ketika hadir, maka dia dapat dengan lembut meminta agar tidak ada alkohol yang disajikan di mejanya.

Sumber:

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/family/how-should-new-muslims-deal-their-non-muslim-families/

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile