Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Subvarian Omicron Lebih Menular, Penyebab Gelombang Kelima Covid-19 di Afrika Selatan

Selasa 31 May 2022 15:14 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Afrika Selatan saat ini sedang mengalami gelombang kelima Covid-19.

Afrika Selatan saat ini sedang mengalami gelombang kelima Covid-19.

Foto: AP/Denis Farrell
Afrika Selatan saat ini sedang mengalami gelombang kelima Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Afrika Selatan tengah mengalami gelombang kelima infeksi Covid 19. Meskipun hasil survei darah menunjukkan 97 persen populasi memiliki antibodi karena infeksi atau vaksinasi sebelumnya.

 

Pemeriksaan terhadap 3.395 sampel dari donor darah awal tahun ini, pada akhir gelombang keempat infeksi, menunjukkan bahwa 87 persen orang Afrika Selatan sebelumnya telah terinfeksi virus. Sementara lebih dari 97 persen pernah memiliki infeksi sebelumnya atau vaksinasi atau keduanya.

Baca Juga

Studi ini dipimpin oleh Pusat Keunggulan DST-NRF Universitas Stellenbosch dalam Pemodelan dan Analisis Epidemiologis dan Layanan Darah Nasional Afrika Selatan. Temuan menunjukkan kemampuan subvarian Omicron, terutama sublineage BA.4 dan BA.5 nya, untuk menginfeksi mereka yang sudah memiliki perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Namun, meskipun proporsi tes positif mendekati rekor kasus harian saat lonjakan terakhir memuncak, rawat inap jauh di bawah gelombang sebelumnya dan relatif sedikit kematian yang tercatat.

“Tekanan menular dari varian omicron sangat tinggi, telah menghasilkan peningkatan prevalensi yang signifikan pada tahap epidemi yang relatif matang ini,” ujar para peneliti seperti dilansir dari laman Fortune, Selasa (31/5/2022).

"Hampir tidak mungkin untuk membayangkan nilai prevalensi yang jauh lebih tinggi,” tambah para peneliti.

Dengan lebih dari 100 ribu kematian tercatat secara resmi, dan lebih dari tiga kali lipat jumlah itu jika data kematian berlebih digunakan, Afrika Selatan telah menjadi negara yang paling terpukul oleh virus corona di Afrika. Data kematian berlebih mengukur kematian terhadap rata-rata historis.

Varian omicron asli dan sublineage BA.4 dan BA.5 diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan. Negara ini telah memvaksinasi setengah dari 40 juta orang dewasanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile